
Keutamaan Dalam Berwudhu Bagi Seorang Muslim
Keutamaan Dalam Berwudhu Bagi Seorang Muslim
![]() |
image source : raiyanfoundation.com |
Wudhu adalah cara bersuci dan membersihkan anggota wudhu dari hadas kecil sebelum mengerjakan shalat atau membaca Alquran. Karena sebagai syarat sahnya sholat.
Allah SWT berfirman,
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قُمۡتُمۡ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغۡسِلُوۡا وُجُوۡهَكُمۡ وَاَيۡدِيَكُمۡ اِلَى الۡمَرَافِقِ وَامۡسَحُوۡا بِرُءُوۡسِكُمۡ وَاَرۡجُلَكُمۡ اِلَى الۡـكَعۡبَيۡنِ ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوۡا ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ مَّرۡضَىٰۤ اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ اَوۡ جَآءَ اَحَدٌ مِّنۡكُمۡ مِّنَ الۡغَآٮِٕطِ اَوۡ لٰمَسۡتُمُ النِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُوۡا مَآءً فَتَيَمَّمُوۡا صَعِيۡدًا طَيِّبًا فَامۡسَحُوۡا بِوُجُوۡهِكُمۡ وَاَيۡدِيۡكُمۡ مِّنۡهُ ؕ مَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ حَرَجٍ وَّلٰـكِنۡ يُّرِيۡدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَ لِيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS. AI Maa-idah: 6)
Dari Abu Hurairah ra, ia menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,
"Sesungguhnya pada hari kiamat nanti umatku akan dipanggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu. Dan barangsiapa yang mampu untuk memperlebar bagian anggota wudhu yang akan tampak putih cemerlang, maka lakukanlah hal itu." (Muttafaq alaih)[1]
Dari Abu Hurairah ra, ia bertutur bahwa ia pernah mendengar kekasihnya; Rasulullah saw bersabda,
"Perhiasan orang mukmin nanti (pada hari kiamat) akan sampai pada batas dimana ia berwudhu." (HR. Muslim)[2]
Dari Utsman bin Affan ra, ia menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa yang wudhu' dan menyempurnakan wudhu'nya, niscaya dosa-dosanya akan keluar termasuk keluar dari bawah kuku-kukunya." (HR. Muslim)[3]
Dari Utsman bin Affan ra, ia bercerita bahwa ia pernah melihat Rasulullah saw berwudhu' seperti wudhunya ini, kemudian Nabi bersabda,
"Barangsiapa yang Wudhu seperti ini, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Sedangkan shalat dan berjalannnya ke masjid itu merupakan tambahan pahala." (HR. Muslim)[4]
"Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, maka saat membasuh mukanya, keluarlah semua dosa yang dilihat dengan kedua matanya dari mukanya bersamaan dengan air wudhunya itu atau bersama dengan tetesan air yang terakhir. Begitu pula saat ia membasuh kedua tangannya, keluarlah semua dosa yang diperbuat oleh kedua tangannya itu bersama dengan air itu atau bersama dengan tetesan air yang terakhir. Dan saat ia membasuh kedua kakinya, keluarlah semua dosa yang diperbuat oleh kedua kakinya itu bersama dengan air itu atau bersama dengan tetesan air yang terakhir, sehingga ia Benar-benar bersih dari semua dosa." (HR. Muslim)[5]
Dari Abu Hurairah ra,
sesungguhnya Rasulullah saw datang ke kubur.
Beliau lalu mengucapkan, "Assalaamu'alaikum daara qaumin mu miniina wa innaa insyaa' Allaahu bikum laahiquun", aku merasa senang sekali bisa melihat saudara-saudaraku."
Para sahabat bertanya, "Bukankah kami ini saudara-saudara Anda, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Kamu sekalian adalah sahabatku. Adapun saudara-saudara kita adalah orang-orang yang belum datang.
Para sahabat bertanya lagi, "Bagaimana Anda mengetahui umat yang belum datang dari umatmu ini, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, Bagaimana menurut kalian, jika seandainya ada seorang yang mempunyai seekor kuda berwarna putih cemerlang berada di tengah-tengah kawanan kuda berwarna hitam legam; apakah ia tidak mengetahui kudanya yang berwarna putih cemerlang itu?"
Para sahabat berkata, "Pasti mengetahuinya, wahai Rasulullah?"
Beliau bersabda, "Sesungguhnya saudara-saudara kita itu akan datang dalam keadaan putih cemerlang karena wudhu, dan aku akan membimbing mereka ke telaga." (HR. Muslim)[6]
Dari Abu Hurairah ra, ia bercerita, Rasulullah saw bersabda,
"Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang membuat Allah berkenan menghapus dosa dan mengangkat derajat?
Para sahabat menjawab, "Tentu saja, wahai Rasulullah.
Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang tidak disukai (saat malas, jenuh), memperbayak langkah menuju ke masjid, dan menunggu shalat sesudah shalat (sebelumnya). Itulah yang disebut Al Ribath atau melakukan penjagaan di batas daerah musuh." (HR. Muslim)[7]
Dari Abu Malik Al Asy'ari ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,
"Kebersihan adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim)[8]
Dari Umar bin Khathab ra, dari Nabi saw, beliau bersabda,
"Setiap orang di antara kalian yang setelah berwudhu dengan sempurna lalu mengucapkan, Asyhadu al-laailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tiada bersekutu sama sekali dengan sesuatu apapun, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul utusan-Nya),, niscaya dibukakan untuknya delapan pintu surga. Ia bisa masuk dari pintu yang manapun yang ia sukai." (HR. Muslim)[9]
Catatan Kaki
[1] Al Bukhari, Kitab: Wudhu' VIII/283, no, 136, Muslim, Kitab: Bersuci. no. 246
[2] Muslim, Kitab: Bersuci I/219, no. 250
[3] Muslim, Kitab: Bersuci I/2196, no. 245
[4] Muslim, Kitab: Bersuci I/207, no. 229
[5] Muslim, Kitab: Bersuci I/215, no. 244
[6] Muslim, Kitab: Bersuci I/218, no. 249
[7] Muslim, Kitab; Bersuci I/219, no, 251
[8] Muslim, Kitab: Bersuci, no. 223
[9] Muslim, Kitab; Bersuci I/209, no, 234