
Rahasia Fadhilah Kalimat Lailahaillallah
Keagungan kalimat persaksian Lailahaillallah bukan hanya sekedar ikrar seseorang untuk bergelar seorang muslim, namun dibaliknya terdapat fadhilah keagungan yang luar biasa dengan banyak kisah yang diriwayatkan didalam hadis maupun Alquran.

FADHILAH LAA ILAHA ILLALLAH
Fadhilah Kalimat Lailahaillallah banyak sekali yang terkandung didalamnya, namun juga harus mencakup 7 Syarat Lailahaillallah Yang Harus Dipenuhi.
Berikut adalah Fadhilah Kalimat Lailahaillallah :
Lailahaillallah Menghapuskan Dosa-dosa
Abul Laits Assamargandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:
Pada hari qiyamat ada seorang yang dihadapkan ke mizan, lalu dikeluarkan lembaran amalnya sembilan puluh sembilan bendel, tiap bendel selebar pandangan mata, di dalamnya semua dosa-dosanya, maka diletakkan ditimbangan, kemudian di bagian yang lain dibawakan kertas selebar ujung jari berisi sahadat: Laailaha illaliah wa anna Muhammadan abduhu warasuluh, tiba-tiba kertas kecil itu dapat mengalahkan beratnya bendel-bendel yang banyak itu, dan menghapus semua dosa-dosanya.
Seutama-utama Kalimat Para Nabi
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Almuththalib bin Hanthab berkata:
Nabi s.a.w. bersabda: Afdhalu maa qultuu ana wannabiyuuna min qabli: Laa ilaaha illallah (Seutama-utama apa yang aku baca dan dibaca oleh Nabi-nabi yang sebelumku, yaitu kalimat: Laa ilaha illallah).
Surat Idzin Hari Qiyamat
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasululah s.a.w. bersabda: Malaikat Jibril turun sambil membaca ayat:
"Pada hari diganti bumi dengan bumi yang lain demikian pula langit, dan semua makhluk menuju kepada Allah yang Esa dan kuasa memaksa."(lbrahim 49),
Nabi s.a.w. bertanya: Ya Jibril, bagaimana keadaan manusia pada hari qiyamat ? Jawabnya: Ya Muhammad, mereka berada diatas bumi yang putih, belum pernah orang berbuat dosa di sana. Maka apabila menggaung jahannam satu kali, maka para Malaikat lari berpegangan pada arsy, dan tiap Malaikat berdo'a: Ya Tuhan aku tidak minta sesuatu kecuali keselamatan diriku. Sedang bukit bagaikan bulu yang dicabut dan dihambur-hamburkan, sedang bukit menjadi cair karena takut dari jahannam, maka didatangkan jahannam yang menggaung satu kali dipertahankan oleh tujuh puluh ribu Malaikat yang memegang kendalinya sehingga dihadapkan kepada ALlah, lalu diperintahkan: Hai jahannam bicaralah! Lalu ia berkata: Laa ilaha illallah demi kemuliaan dan kebesaran-Mu ini hari aku akan membalas orang-orang yang makan rizqi-Mu dan menyembah selain-Mu, tidak dapat meliwati aku siapa yang tidak mempunyai surat idzin. Nabi s.a.w. bertanya: Ya Jibil apakah surat idzin hari qiyamat itu? Jawab Jibril: Terimalah kabar baik hai Muhammad, karena ummatmu mempunyai surat idzin, yaitu siapa yang percaya Laa ilaha illallah, maka ia dapat menyeberang jahannam. Lalu Nabi s.a.w. bersabda: Alhamdu lillah yang memberi ilham syahadat Laa ilaha illallah."
Athaa' bin Abi Rabaah berkata:
Saya tanya kepada lbn Abbas r.a. tentang ayat: Ghafiridzdzanbi, wa qaabilittaubi syadidil iqaab? (Jawab lbn Abbas: Allah pengampun dosa orang yang percaya kepada Laa ilaha illallah, dan juga menerima tobat orang yang percaya kepada Laa ilaha iltallah, dan sangat keras siksa pada orang yang menentang (menolak) Laa ilaha illallah).
Lailahaillallah menjaga keimanan seseorang agar tidak tercabut
Abul Laits berkata: Seharusnya tiap orang memperbanyak membaca Laa ilaha illallah dan minta kepada Allah siang malam semoga tidak tercabut iman, dan selalu menjaga dirinya daripada ma'siyat, sebab banyak orang yang telah mengucap Laa ilahaillallah tetapi pada akhirnya umurnya tercabut iman karena amal perbuatan mereka yang jahat (busuk) sehingga mereka mati kafir. Sungguh tiada bala yang lebih besar daripada seorang padamulanya namanya telah tercantum dari kaum muslimin, tiba-tiba pada akhir umurnya terbalik dalam kaum kafir, dan itulah kerugian yang sebesar-besarnya. Bukannya kemenyesalan itu bagi seorang yang keluar dari gereja lalu masuk neraka, tetapi yang sangat menyesal bagi orang yang keluar dari Masjid lalu masuk neraka, dan itu tentu disebabkan oleh amal perbuatannya sendiri
Maka adakalanya seorang terjerumus dalam soal harta orang kemudian sebelum ia sempat minta halal tiba-tiba mati, atau seorang terjadi pertengkaran dengan isterinya sehingga jatuh haram, tetapi ia sayang menceraikannya karena sudah banyak anak sampai mati dalam keadaan haram itu, dan adakalanya iman tercabut karena itu. Karena itu rajin-rajinlah untuk kebaikan hal urusanmu sebelum tiba maut, yang pasti akan tiba secara mendadak yang kamu tidak mengetahui bilakah saatnya, ketahui ukur ini sedikit sedang kemenyesalan akan kamu derita sangat lama. maka perbanyaklah berdzikir Laa ilaha illallah.
Alhasan Albashri berkata: Laa ilaha illallah itu harga sorga.
Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi s.a.w. ditanya:
Ya Rasulullah apakah ada harga untuk sorga itu? Jawabnya: Ya, Laa ilahaillallah.
Abu Hurairah r.a. berkata:
Ya Rasulullah, siapakah yang lebih dahulu mendapat syafa'atmu dari semua manusia? Jawabnya: Siapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah benar-benar ikhlas dari hatinya.
Mujahid ketika menerangkan ayat:
Rubamaa yawaddulladzina kafaru lau kaanuu muslimin (Alhijir 2). (Akan tiba saat dimana orang-orang kafir ingin sekiranya mereka itu menjadi orang muslimin), (Alhijir 2), Yaitu disaat orang-orang yang pernah mempercayai Laa ilaha illallah dikeluarkan dari neraka maka ketika itu kaum musyrikin berkata: Aduhai sekiranya kami dahulu beriman.
Athaa' mengartikan firman Allah:
Siapa yang datang ke akherat membawa hasanat yaitu: Laa ilaha illallah, maka akan mendapat yang lebih baik yaitu sorga.
Waman jaa'a bissayyi'ati fakubbat wujuhuhum finnaari. (Dan siapa yang datang di akherat membawa kejahatan (syirik) akan tersungkur wajahnyadi dalam neraka).
Alhasan Albashri ketika mengartikan: Hal jazaa'ul ihsaani illal ihsaan (tiada balasan bagi yang berbuat baik: Yaitu yang percaya kepada Laa ilaha illallah melainkan sorga).
Ketika Allah telah menenggelamkan Fir'aun dan menyelamatkan Nabi Musa a.., Nabi Musa a.s. berdo'a: Ya Tuhan, tunjukkan aku pada amal perbuatan untuk mensyukuri ni'mat karunia-Mu ini! Jawab Allah: Hai Musa bacalah: Laa ilaha illallah. Kemudian Nabi Musa a.s. minta tambahan, maka dijawab: Hai Musa andaikan tujuh petala langit dan bumi ini diletakkan di neraca timbangan, kemudian diletakkan kalimat Laa ilaha illallah di bagian lawannya niscaya akan lebih berat bagian Laa ilaha illallah itu.
Mujahid berkata: Tiga macam yang tidak terhijab daripada Allah, yaitu keyakinan pada: Laa ilaha illallah. (Tiada Tuhan kecuali Allah). Do'anya seorang yang yakin bahwa do'anya diterima. Dan do'a orang tua untuk anaknya, dan do'a orang yang teraniaya terhadap yang menganiaya.
Seorang sahabat berkata: Siapa yang membaca Laa ilahaillallah dengan ikhlas dari lubuk hatinya, lalu dipanjangkan bacaannya karena mengagungkan, maka Allah akan menghapus daripadanya empat ribu dosa besar. Ketika ditanya: Jika dosanya tidak sampai empat ribu, diampunkan juga keluarga dan tetangga tetangganya yang Islam.
Lailahaillallah termasuk 7 Kalimat Mulia
Abul Laits berkata: Siapa yang menjaga dan mengingati tujuh kalimat, maka ia mulia di sisi Allah, dan Malaikat, dan diampunkan dosanya walau sebanyak buih laut, dan merasakan manisnya ta'at, dan hidup atau mati keduanya baik baginya.
- Ketika akan berbuat sesuatu membaca Bismillah.
- Jika selesai dari sesuatu membaca: AlhamduLillah.
- Jika terlanjur dari lidahnya laghu atau amal yang tidak baik maka segera membaca: Astaghfirullah.
- Jika akan berbuat sesuatu besok pagi maka ia membaca: InsyaAllah.
- Jika menghadapi kesukaran selalu membaca: La haulawalaa quwwata illa billahil aliyyil adhiim.
- Jika ditimpa bala' mushibah membaca: Inna lillahi wa inna ilaihi raaji' uun,
- Siang dan malam lidahnya tetap selalu berdzikir: Laa ilaha illallah
Penuntun Terbaik Ketika Menghadapi Mati
Amr bin Dienaar dari Jabir bin Abdillah r.a. dari orang yang mendengar.dari Mu'aadz bin Jabal r.a. ketika ia akan mati berkata kepada orang-orang yang sambang padanya: Siarkanlah daripadaku, maka saya telah mendengar dari Rasulullah s.a.w. sebuah hadits, tidak ada yang menghalangi aku untuk menceriterakannya kepadamu, melainkan karena aku kuatir kalau-kalau kami sembrono (teledor) dan kamu bicara-bicarakannya, saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
Man qaala Laa ilaha illallah mukhlishan muqinan dakhalal jannata. (Siapa yang membaca Laa iha illallah dengan ikhlas dan keyakinan dalam hatinya pasti masuk sorga).
Nabi s.a.w. bersabda: Man lugqina laa ilaha illallah indalmauti dakhalal jannata. (Siapa yang dituntun dengan kalimat Laailaha illallah ketika akan mati pasti masuk sorga).
Nabi s.a.w. bersabda:
Man kaana akhiru kalamihi minad dunia Laa ilaha illallah dakhalal jannata (Siapa yang akhir katanya dari dunia ini Laa ilaha illallah pasti masuk sorga)
Ajarkan kepada orang mati dari kamu Laa ilaha illallah
Ibn Abbas r.a. berkata:
Pada suatu hari Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: Ya Muhammad, Tuhan menyampaikan salam kepadamu dan bertanya: Mengapakah engkau terlihat sedih risau, padahal Allah lebih mengetahui. Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: Ya Jibril selalu saya memikirkan soal ummatku pada hari qiyamat. Ditanya: Apakah urusan orang-orang kafir ataukah urusan orang-orang Islam? Jawab Nabi s.a.w.: Ya Jibril, urusan orang-orang yang telah mempercayai Laa ilahaillallah. Maka lalu dibawa oleh Jibril ke kuburan Bani Salimah, lalu Jibril memukulkan sayap kanannya pada kuburan dan berkata: Bangunlah dengan idzin Allah, maka bangkitlah seorang yang putih wajahnya sambil membaca: Laa ilaha illallah, Muhammad rasulullah, Alhamdu lillahi rabbil aalamin, kemudian Jibril berkata: Kembalilah, maka kembali orang tu dalam kubur, kemudian Jibril memukulkan sayap kirinya pada kubur sambil berkata Bangunlah dengan idzin Allah, maka keluarlah seorang yang hitam wajahnya, biru matanya sambil mengeluh: Alangkah celaka, alangkah menyesalnya. Lalu Malaikat Jibril berkata: Kembalilah sebagaimana semula, maka kembalilah orang itu ke dalam kubur, kemudian Jibril berkata: Demikianlah mereka akan dibangkitkan pada hari qiyamat menurut Keadaan mereka ketika matinya. Nabi s.a.w. bersabda;
Ajarkan kepada orang mati dari kamu Laa ilaha illallah karena kalimat itu dapat menghancurkan dosa sehancur-hancurnya. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana jika dibaca ketika hidupnya? Jawab Nabi s.a.w. Lebih menghancurkan dosa, dan lebih menghancurkan.
Nabi s.a.w. bersabda:
Hadirlah kamu pada orang-orang mati, dan ajarkan kepada mereka kalimat: Laa ilaha illallah, dan kabarkan kepada mereka akan masuk sorga, sebab seorang yang tabah sabar dan pandai baik lelaki atau wanita akan bingung dalam masa dan keadaan itu, dan lblis musuh Allah sangat dekat kepada manusia di saat itu ketika akan meninggalkan dunia dan meninggalkan semua kekasih, dan jangan kamu patahkan mereka dari rahmat Allah, sebab penderitaan sangat berat dan keadaan sangat hebat, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya menghadapi Malakulmaut lebih berat daripada seribu pukulan dengan pedang
Terjadi di masa Bani Israail, seorang terkenal ahli ibadat, dan seorang terkenal pelacur durhaka, tiba-tiba mati orang ahli ibadat itu, maka Nabi Musa a.s. diberitahu bahwa ia dalam neraka, dan sesudah mati si pendurhaka itu Nabi Musa a.s. diberitahu bahwa ia di sorga. Maka Nabi Musa a.s. menyelidiki dan bertanya kepada isteri orang ahli ibadat itu: Apakah yang biasa dilakukan? Jawab isterinya: la selalu beribadat dan kamu telah mengetahui rajinnya beribadat. Nabi Musa a.s. bertanya: Selain dari itu apa? Jawab isterinya: Dia biasa jika akan tidur berkata: Sungguh untung kami jika yang diajarkan oleh Nabi Musa benar-benar. Kemudian Nabi Musa a.s. tanya kepada isteri si pendurhaka itu. Apakah amal suamimu? Jawabnya: la pendurhaka semata-mata dan kamu telah mengetahui kejahatan-kejahatannya. Ditanya: Selain ítu apalagi?
Jawab isterinya: Dia biasa jika akan tidur membaca: Laa ilaha illallah walhamdu lillah atas apa yang telah diajarkan oleh Nabi Musa a.s.
Nabi s.a.w. bersabda:
Siapa yang mengucap Laa ilaha illallan (yakni dengan iman yang sungguh-sungguh maka keluar dari mulutnya satu burung yang hijau dengan dua sayap putih bertaburan mutiara dan yaqut, maka terbang ke langit, sehingga terdengar dengungnya di bawah arsy bagaikan dengung lebah (tawon) sehingga disuruh: Tenanglah, diamlah. Jawabnya: Tidak, sebelum Engkau mengampunkan kepada yang membaca ini, Maka Allah mengampunkan pada orang yang mengucapkan itu. Lalu burung itu diberi tujuh puluh lidah untuk membaca istighfar bagi orang yang membaca Laa ilaha illallah itu hingga hari qiyamat.
Kemudian bila tiba hari giyamat, maka ia menyambut orang yang membaca itu dan menuntunnya masuk ke sorga.
Lailahaillallah Lebih Berat Dari Langit Dan Bumi
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Aslam dari Amr bin Dienaar dari Jabir bin Abdullah r.a, berkata: Nabi s.a.w. bersabda:
Sukakah saya beritakan kepada kamu apa yang diajarkan (dipesankan) Nabi Nuh a.s. kepada puteranya: Hai puteraku, saya suruh kamu dua macam, dan melarang kamu dari dua macam. Saya suruh kamu membaca: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, karena andaikan langit dan bumi keduanya diletakkan di atas timbangan, dan diletakkan di bagian.yang lain kalimat Laa ilaha illaliah niscaya mengalahkan keduanya, dan saya suruh kamu membaca: Subhanallahi wabihamdihi, sebab itu sembahyangnya Malaikat dan do'anya semua makhluk, dan dengan itu makhluk mendapat rizqi. Dan saya melarang kamu: Jangan mempersekutukan Allah dengan Suatu apapun, sebab siapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu maka haram baginya sorga, dan saya melarang kamu jangan sombong. sebab tiada seorang dapat masuk sorga jika dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan.
Di dalam hadits: Siapa yang membaca Laa ilaha illallah dengan ikhlas pasti masuk sorga. Disyaratkan dalam bacaan (ucapan) itu keikhlasan, dan tidak akan terjadi keikhlasan itu kecuali jika kalimat itu dapat menahannya dari pelanggaran dosa, sebab bila tidak dapat menahannya dari dosa, maka bukan ikhlas, dan bacaan itu hanya pinjaman sementara, yang akan ditarik sewaktu-waktu. Sehingga lepaslah kalimat itu daripadanya
Abul Laits berkata: Manusia dalam hal iman ada dua macam, ada yang imannya pemberian, dan ada yang pinjaman, adapun yang imannya pemberian, maka imannya dapat mencegah dari perbuatan dosa, dan menggemarkan berbuat ta'at, sebaliknya yang imannya hanya pinjaman maka tidak dapat mencegah dari dosa dan tidak mendorong untuk berbuat ta'at, sebab ía tidak memiliki segala yang dipinjam.
Lailahaillallah Kunci Dan Harga Surga
Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda:
Laa ilahaillaHah tsamanul jannah (laa ilaha illallah itu harga sorga). Di lain riwayat: Miftaahul jannati (pembuka sorga). Miftaahul jannati, artinya sebagai anak kunci pembuka sorga, dan tiap anak kunci harus bergigi, dan termasuk dari giginya, yaitu lidah yang selalu berdzikir, dan bersih dari dosa-dosa seperti ghibah, dan hati yang khusu' bersih dari rasa iri hati, dengki, hasud, khiyanat, dan perut juga harus suci daripada haram dan syubhat, sedang anggota badan yang lain-lainnya sibuk dengan ibadat dan bersih dari ma'siyat.
Lailahaillallah Sebaik-baiknya Kebaikan
Abu Dzar r.a. berkata:
Saya tanya kepada Nabi s.a.w.: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku amal yang dapat mendekatkan aku ke sorga dan menjauhkan aku dari neraka! Jawab Nabi s.a.w.: Idza amilta sayyi'atan fa'mal bijanbiha hasanatan, fa innaha biasyri amtsaiha. Faqultu: Ya Rasulullah Laa ilaha illallah minalhasanat? Qaala: Hiya minahsanil hasanat. (Jika kamu telah berbuat dosa maka segera berbuat disampingnya kebaikan hasanat, sebab tiap hasanat itu pahala berlipat sepuluh kali. Saya tanya: Ya Rasulullah: Laa llaha llallah itu termasuk dari hasanat? Jawabnya: Itu dari sebaik-baik hasanat).
Salamah bin Zaid dari Hudaifah bin Alyamaan r.a. berkata:
Akan lenyap Islam, sehingga tiada seorang pun yang mengetahui apakah sembahyang dan puasa itu, sehingga ada seorang berkata: Dahulu orang-orang yang sebelum kami ada yang berkata: Laa ilaha illallah, maka kami. juga berkata: Laa ilaha illallah. Ketika ditanya: Apakah gunanya bagi mereka Laa ilaha illallah itu? Jawabnya: Dapat menyelamatkan mereka dari api dan memasukkan mereka ke dalam sorga.
Abullaits Assmarqandi (Tanbihul Ghafilin)