Inilah 4 Cara Alquran Untuk Mengatasi Depresi

Inilah 4 Cara Alquran Untuk Mengatasi Depresi

Inilah 4 Cara Alquran Untuk Mengatasi Depresi - Seiring bertambahnya usia dan perjalanan akan permasalahan hidup,  Strees dan depresi adalah hal yang kerap terjadi. Ketika seseorang mengalami stress , gejala yang umum muncul adalah bagaimana mereka merasa sedih, kehilangan ketenangan mental dan juga kehilangan hasrat pada aktivitas yang dijalani. Dengan stress datang sejumlah keluhan fisik dan emosional yang berdampak pada kesehatan.

Inilah 4 Cara Alquran Untuk Mengatasi Depresi

Sementara penyembuhan strees berbeda-beda dari orang ke orang, mengingat besarnya penyakit yang diderita, Islam sebagai pedoman hidup yang lengkap memiliki tip-tip tertentu di dalamnya yang dapat membuat memerangi strees lebih mudah. Cara yang dapat meringankan rasa sakit melalui ajaran yang diberikan dalam Alquran dan Islam.


Allah SWT berfirman dalam Alquran: 


وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا
Artinya :
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,.." (Quran, 20: 124)


1. Bacalah Surah Dhuha

Ada suatu titik dalam kehidupan Nabi Muhammad (SAW) bahwa beliau lama tidak menerima wahyu dari Allah. Karena sebab ini, Nabi (SAW) menjadi cemas dan tertekan. Saat itu, wahyu yang datang dari Yang Maha Kuasa adalah Surah Duha (Quran 93: 1-11).
 

dari Jundab bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata;
 


"Malaikat Jibril Alaihissalam sekian lama tidak datang menyampaikan wahyu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga kemudian ada seorang wanita Quraisy berkata; "Syetannya telah meninggalkannya". Maka turunlah surah Adh-dhuha: "Wadh dhuhaa wal laili idza sajaa. Maa wadda'aka rabbuka wa qalaa" (Demi waktu dhuha (matahari sepenggalahan naik) dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu") (QS. Adhdhuha 1-3). (HR. Bukhari) [1]

Sejumlah Ulama percaya bahwa kandungan Surah ini mungkin merupakan tanda dari Yang Maha Kuasa sebagai resep langsung untuk membantu memerangi tekanan dan ketakutan.

2. Taubat dan Istighfar


فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا ۞ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارً
Artinya :
"Sehingga aku berkata (kepada mereka): Mohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya adalah Ia Maha Pengampun (10) "(Sekiranya kamu berbuat demikian), Ia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah kepada kamu (11) (QS. Nuh: 10-11)

 

Bertobatlah atas kesalahan yang telah diperbuat, dan bertekad untuk tidak mengulangi kembali. Dan taubat adalah hukumnya wajib.  sesungguhnya adalah Allah Maha Pengampun  lagi Maha Pengasih - Dia ingin hamba-Nya meminta pengampunan atas dosa-dosa yang telah mereka buat. dan karena istighfar adalah mahkota daripada sekalian doa-doa, dan Istighfar Pembuka Pintu Rezeki .

Rasulullah Saw. bersabda:
 

"Barangsiapa yang senantiasa beristiglhfar, maka Allah akan menjadikan kelapangan daripada setiap kesukarannya, dan jalan keluar daripada setiap kegundahannya, dan Allah akan memberikannya rezeki yang tidak terkira."



3. Bertakwa dan Tawakal

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya :
"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, percayalah / bertawakalah kepada Allah" (Quran 3: 159).

Ingat Allah secara konstan. Ingatlah bahwa Allah akan selalu ada untuk mendengarkan hamba-Nya. Rencanakan untuk membangun hubungan dengan-Nya. Ketika segala sesuatunya tampak tidak masuk akal, ketika kita merasa semua beban dunia ada di pundak, ingatlah bahwa Dia adalah perencana dan Dia telah merencanakan sesuatu untuk hamban-Nya.

4. Lakukan Doa


 "Allah marah kepada mereka yang tidak meminta apapun kepada-Nya." (Tirmidzi).
 

Makna Doa adalah jembatan penghubung antara hamba dengan Tuhannya, doa juga senjatanya orang mukmin, maka gunakanlah untuk segala kebutuhan dengan hanya meminta kepada Allah SWT semata. Dan jangalah mencampuri doa tersebut dengan perbuatan yang dilarang dan dibenci Allah.

 

Catatan Kaki

[1] Shahih Bukhari hadis nomor 1057 (Lihat: Fathul Bari Ibnu Hajar)