
7 pertanyaan Mengukur rasa sayang terhadap anak
4 minute read
0
Kasih orang tua sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Tapi kita sering lupa, jika orang tua lipa mengasihi anaknya sepanjang jalan, jangan salahkan anak jika kasih mereka hanya sepanjang galah.
Tentu semua orang tua sayang kepada anak-anaknya, Cuma rasa sayang itu tidak dilandasi keinginan untuk menjadikan anaknya tumbuh secara utuh, melainkan hanya sebagai penggur kewajiban orang tua kepada anak.
Banyak orang tua salah mengartikan kasih sayang, memenuhi semua yang diminta anak, dikiranya itu bentuk kasih sayang penuh. Tidak pernah melarang dan membentak juga sering diartikan sebagai bentuk kasih sayang. Jadi ukuran kasih sayang hanya menggunakan ukuran orang tua sendiri.
Beberapa pertanyaan dibawah ini niscaya bisa menjadi semacam alat ukur tentang seberapa besar kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.
hal diatas sepertinya remeh, namun kenyataannya banayak orang tua yang tak bisa melakukannya, pendeknya kita dalam satu atap, tetapi sebenarnya masing-masing ada ditempat lain.
Padahal, senyum sederhana sekalipun bisa melepaskan ketegangan dan segera meningkatkan kegembiraan anda, juga anak. Kendati anda tidak ingin tersenyum, para ilmuwan menganjurkan jangan segan-segan memaksa bibir anda untuk senyum, karena hal ini meningkatkan semangat anda. Dan lagi, selintas senyum kita sungguh berarti bagi anak-anak.
Semua pertanyaan diatas harusnya kita jawab dengan jawaban yang tegas, "YA", kecuali pertanyaan nomor tiga dan tujuh, yang seharusnya dijawab, "TIDAK"
Nah, bila hal itu sudah terjadi pada anda, insyaAllah anda telah memiliki ukuran yang pas untuk menyatakan rasa sayang pada anak-anak.
![]() |
source: www.healthline.com |
Banyak orang tua salah mengartikan kasih sayang, memenuhi semua yang diminta anak, dikiranya itu bentuk kasih sayang penuh. Tidak pernah melarang dan membentak juga sering diartikan sebagai bentuk kasih sayang. Jadi ukuran kasih sayang hanya menggunakan ukuran orang tua sendiri.
Beberapa pertanyaan dibawah ini niscaya bisa menjadi semacam alat ukur tentang seberapa besar kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.
1. Apakah anda sering bersama anak-anak anda ketika luang?
Menghabiskan waktu berssama anak-anak banyak caranya, dengan cara bermain bersama, bercerita, mendongeng, bercanda, bahkan hal yang sederhana yaitu meminta anak bercerita setiap selesai bermain juga merupakan bentuk kebersamaan dengan anak.
hal diatas sepertinya remeh, namun kenyataannya banayak orang tua yang tak bisa melakukannya, pendeknya kita dalam satu atap, tetapi sebenarnya masing-masing ada ditempat lain.
2. Anda memiliki waktu luang khusus untuk anak-anak?
Tugas orang tua, utamanya ayah bukan hanya bekerja. Memberikan waktu tersendiri bagi anak-anak merupakan bagian penting bagi komunikasi orang tua dengan anak-anak. Dengan begitu kita akan mengetahui apa yang dirasakan anak, yang diinginkannya dan masalah apa yang sedang terjadi. hal ini bisa sebagai sarana menjalin hubungan intensif antara orang tua dengan anak-anaknya.
3. Apakah anda merasa terbebani ketika bersama anak-anak anda?
Adakalanya orangtua berkumpul dengan anak, bukan didasari atas kebutuhan agar dekat dan mengerti ank-anaknya, akan tetapi hanya sebagai seremonial belaka. Ujung-ujungnya malah terbebani, yang akibatnya justru memicu rasa marah.
4.Apakah Anda pernah memeluk atau memberikan ciuman pada anak?
Mungkin ada sebagianorangtua yang justru mencium anaknya merasa risih. Apalagi kalau ank-anaknya sudah dewasa, rasanya pelukan dan ciuman sudah tidak diperlukan lagi. Padahal dengan intensitas yang rutin, pelukan dan ciuman merupakan ekspresi kehangatan kasih sayang dari orang tua kepada anak-anaknya. Bukan hanya ketika bahagia, ketika anak-anak sedih, justru itulah yang dibutuhkan anak.
5. Apakah Anda sering tersenyum, tertawa dan bercanda bersama anak anda?
Coba sesekali tanyakan pada diri sendiri: Sudahkah saya tersenyum atau tertawa hari ini? Apakah saya tertawa pada lelucon yang disampaikan anak? Jangan-jangan sepanjang hari Anda cemberut melulu atau cuma sibukmemikirkan macam-macam hal sehingga lupa merespon cerita anak secara menyenangkan.
Padahal, senyum sederhana sekalipun bisa melepaskan ketegangan dan segera meningkatkan kegembiraan anda, juga anak. Kendati anda tidak ingin tersenyum, para ilmuwan menganjurkan jangan segan-segan memaksa bibir anda untuk senyum, karena hal ini meningkatkan semangat anda. Dan lagi, selintas senyum kita sungguh berarti bagi anak-anak.
6.Apakah anda tahu apa yang dilakukan anak-anak hari ini?
Ini bukan berarti orang tua ingin sok tahu apa yang dilakukan oleh anak, akan tetapi sebagai bentuk adanya komunikasi yang baik. Akan lebih bermakna bila orang tua, disela-sela berkumpul, menanyakan atau meminta cerita apa saja yang dialami anak dalam satu hari ini. Hal yang kita lakukan kemudian adalah memberikan penghargaan dan simpati atas prestasi dan merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh anak, sekecil apapun prestasi itu.
7. Apakah anda sering merasa tidak percaya terhadap apa yang dilakukan oleh anak-anak anda?
Kepercayaan adalah modal utama keharmonisan hubungan. Sejak dini, seharusnya kita sudah menanamkan kepercayaan kepada anak-anak. Biarkan ank-anak berkembang, jangan merasa takut dan tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak, asal tidak dimanfaatkan untuk berbuat dosa. Sudah saatnya mulai mempeercayai apa yang dilakukan oleh anak kita, kalua bisa sekarang juga!
Semua pertanyaan diatas harusnya kita jawab dengan jawaban yang tegas, "YA", kecuali pertanyaan nomor tiga dan tujuh, yang seharusnya dijawab, "TIDAK"
Nah, bila hal itu sudah terjadi pada anda, insyaAllah anda telah memiliki ukuran yang pas untuk menyatakan rasa sayang pada anak-anak.