
Keutamaan Mendidik Anak Perempuan
6 minute read
0
Baik anak anak laki-laki maupun anak perempuan hakikatnya adalah sama, merupakan anugrah yang dititipkan sebagai keturunan kita. Namun Hal itu berkaitan mengenai tanggung jawab yang harus dijaga sebagai orang yang dititipkan oleh Allah untuk mendidik anak perempuan dan laki-laki.
Keutamaan mendidik anak perempuan bukan berarti mengesampingkan tanggung jawab mendidik anak laki-laki, Namun ada tanggung jawab lebih bagi orang tua yang mempunyai anak perempuan.
Bagi laki-laki, ada 4 wanita yang Wajib dijaga dan diminta pertanggung jawabannya kelak, yaitu : Ibu, Saudara perempuan, Istri dan Anak perempuan.
عن عَائىشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : جَاءَتْىنِ امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْ نَ تَا ى ن لََاَ فَسَأَلَتْىنِ
فَ لَمْ ىَ تَدْ ى عنْ ى دي شَيْ ئًا غَ ير تََْرَةٍ وَا ى حدَةٍ فَأَعْطَيْ تُ هَا إىيََّّهَ ا فَأَخَذَتَْْا فَ قَسَمَتْ هَا
بَيْنَ ابْ نَ تَ يْ هَا وَلََْ تََْكُلْ ىمنْ هَا شَيْ ئًا ثَُُّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْ نَ تَاهَا فَدَخَلَ عَلَيَّ
النَّىبيُّ صَلَّى ا للَُّ عَلَيْىه وَسَلَّمَ فَحَدَّثْ تُهُ حَ ى ديثَ هَا ف قَالَ النَّىبيُّ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْىه
وَسَل مَ مَنْ ابْ تُلىيَ ىمنْ الْبَ نَا ى ت بىشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إىلَيْىهنَّ كُنَّ لَهُ ى ستًْْا ىمنْ النَّاىر
رواه البخاري ) ١٤١٨ ( ومسلم ) ٢٦٢٩ ( واللفظ له
Dari Aisyah Radhiyallâhu ‘anhâ beliau bercerita : seorang wanita datang menemuiku membawa dua anak perempuannya, dia meminta (makanan) kepadaku sedangkan aku tidak memiliki apapun kecuali hanya sebutir kurma. Lalu kurma itu aku berikan kepadanya dan dia segera menerimanya dan membelahnya menjadi dua lalu memberikan kepada kedua anak perempuannya, sedangkan dia tidak turut memakannya. Setelah itu dia beranjak keluar bersama kedua anak perempuannya. Tak lama kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم datang dan segera aku ceritakan kejadian ini kepada beliau, lantas beliau صلى الله عليه وسلمbersabda :
عَنْ أَنَ ى س بْ ى ن مَالىكٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ ا ىَّ للَّ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْىه
وَسَلَّمَ مَنْ عَالَ جَاىريَ تَ ىْ ين حَتََّّ تَ بْ لُغَا جَاءَ يَ وْمَ الْىقيَامَىة أَنََ وَهُوَ وَضَمَّ
أَصَابىعَهُ رواه مسلم ) ٢٦٣١ )
Keutamaan mendidik anak perempuan bersandar pada haits Nabi, diceritakan Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda :
Al-Qur’an berhadapan dengan anggapan masyarakat yang menganggap mempunyai anak perempuan sebagai “petaka”. Terekam dalam QS. al-Naḥl/16: 58-9 :
Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (Q.s. al-Ahzab: 59).
Cara bergaul juga telah diatur dalam Islam sepert dalam Hadits berikut : ''Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiga di antara mereka.'' (HR Ahmad dan at-Tarmizi)
Allah perintahkan kepada para wanita agar lebih banyak berdiam di rumah dan tidak suka keluar rumah. Rumah adalah hijab yang paling syari bagi waita. Allah berfirman, "Menetaplah di rumah kalian dan jangan tabarruj seperti tabarrujnya orang jahiliyah." (QS. al-Ahzab: 33).
"Ibumu." Jawab Nabi.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Ibumu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Ibumu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Lalu ayahmu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Bukhari 5626 & Muslim 6664).
Sebagai Seorang Istri
Suami adalan jalan menuju ridho Allah dan surga bagi wanita. Ridho Allah adalah Ridho suami, sebagai penganti peran tanggung jawab dari orang tua. Dalam hadis dari Abdurrahman bin Aur radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Sebagai seorang Ibu
Tidak ada peran yang lebih mendatangkan pahala yang banyak melainkan peran mendidik anak-anaknya sebagai seorang ibu, mendidik anak agar diridhoi Allah dan rasulnya. Karena anak-anaknya lah sumber pahala dirinya dan sumber kebaikan untuknya.
catatan kaki:
Keutamaan mendidik anak perempuan bukan berarti mengesampingkan tanggung jawab mendidik anak laki-laki, Namun ada tanggung jawab lebih bagi orang tua yang mempunyai anak perempuan.
Bagi laki-laki, ada 4 wanita yang Wajib dijaga dan diminta pertanggung jawabannya kelak, yaitu : Ibu, Saudara perempuan, Istri dan Anak perempuan.
Pokok Hadits Keutamaan Mendidik Anak Perempuan
عن عَائىشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : جَاءَتْىنِ امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْ نَ تَا ى ن لََاَ فَسَأَلَتْىنِ
فَ لَمْ ىَ تَدْ ى عنْ ى دي شَيْ ئًا غَ ير تََْرَةٍ وَا ى حدَةٍ فَأَعْطَيْ تُ هَا إىيََّّهَ ا فَأَخَذَتَْْا فَ قَسَمَتْ هَا
بَيْنَ ابْ نَ تَ يْ هَا وَلََْ تََْكُلْ ىمنْ هَا شَيْ ئًا ثَُُّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْ نَ تَاهَا فَدَخَلَ عَلَيَّ
النَّىبيُّ صَلَّى ا للَُّ عَلَيْىه وَسَلَّمَ فَحَدَّثْ تُهُ حَ ى ديثَ هَا ف قَالَ النَّىبيُّ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْىه
وَسَل مَ مَنْ ابْ تُلىيَ ىمنْ الْبَ نَا ى ت بىشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إىلَيْىهنَّ كُنَّ لَهُ ى ستًْْا ىمنْ النَّاىر
رواه البخاري ) ١٤١٨ ( ومسلم ) ٢٦٢٩ ( واللفظ له
Dari Aisyah Radhiyallâhu ‘anhâ beliau bercerita : seorang wanita datang menemuiku membawa dua anak perempuannya, dia meminta (makanan) kepadaku sedangkan aku tidak memiliki apapun kecuali hanya sebutir kurma. Lalu kurma itu aku berikan kepadanya dan dia segera menerimanya dan membelahnya menjadi dua lalu memberikan kepada kedua anak perempuannya, sedangkan dia tidak turut memakannya. Setelah itu dia beranjak keluar bersama kedua anak perempuannya. Tak lama kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم datang dan segera aku ceritakan kejadian ini kepada beliau, lantas beliau صلى الله عليه وسلمbersabda :
“Siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu ia tetap berbuat baik kepada mereka, maka kelak anak-anak perempuannya itu akan menjadi tabir (penghalang) baginya dari siksa neraka.”20.
عَنْ أَنَ ى س بْ ى ن مَالىكٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ ا ىَّ للَّ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْىه
وَسَلَّمَ مَنْ عَالَ جَاىريَ تَ ىْ ين حَتََّّ تَ بْ لُغَا جَاءَ يَ وْمَ الْىقيَامَىة أَنََ وَهُوَ وَضَمَّ
أَصَابىعَهُ رواه مسلم ) ٢٦٣١ )
Keutamaan mendidik anak perempuan bersandar pada haits Nabi, diceritakan Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda :
“Siapa yang mengasuh dua anak perempuan21 sampai keduanya baligh (dewasa), maka di hari kiamat dia datang bersama aku” sembari Nabi صلى الله عليه وسلم merapatkan jari-jari tangan beliau.22
Al-Qur’an berhadapan dengan anggapan masyarakat yang menganggap mempunyai anak perempuan sebagai “petaka”. Terekam dalam QS. al-Naḥl/16: 58-9 :
“(58) Padahal apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
(59) Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.”
Mengajarkan Kodrat Wanita dalam Islam
![]() |
source image : theirworld.org |
Pendidikan Beragama
Mendidik anak perempuan untuk menanamkan Dasar beragama sejak usia dini adalah tonggak keteguhan dikehidupannya kelak, karena memiliki dasar pondasi yang kuat yang dibangun sejak awal. Tauhid kepada Allah dan Syariat beragama merupakan elemen utama dalam pendidikannya.Cara Berpakaian
Dalam Al-quran dikatakan dengan jelas mendidik anak perempuan dari cara berpakaian:Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (Q.s. al-Ahzab: 59).
- Rasulullah SAW bersabda, bahwa dengan berpakaian ketat dan tampak kulit tubuhnya, maka sama saja dengan tidak mengenakan pakaian. Yang semacam itu juga dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal tidak diinginkan.
- Sebuah hadist riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW akan melaknat pria yang mengenakan pakaian wanita serta wanita yang mengenakan pakaian pria.
Cara Berperilaku
Mendidik anak perempuan dalam berperilaku brsandar pada surat an Nur [24] ayat 31 disebutkan, ''Katakanlah kepada wanita yang beriman, ''Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.''Cara bergaul juga telah diatur dalam Islam sepert dalam Hadits berikut : ''Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiga di antara mereka.'' (HR Ahmad dan at-Tarmizi)
Allah perintahkan kepada para wanita agar lebih banyak berdiam di rumah dan tidak suka keluar rumah. Rumah adalah hijab yang paling syari bagi waita. Allah berfirman, "Menetaplah di rumah kalian dan jangan tabarruj seperti tabarrujnya orang jahiliyah." (QS. al-Ahzab: 33).
Ketaatan Kepada Orangtua
Sebelum menikah, anak perempuan adalah jalan menuju surga bagi orang tuanya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan agar ketaatan anak kepada ibunya lebih besar dari pada ketaatannya kepada ayahnya. Abu Hurairah radhiyallahu anhu menceritakan, "Ada orang yang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan bertanya, "Siapa manusia yang paling berhak untuk saya sikapi dengan baik?" tanya sahabat,"Ibumu." Jawab Nabi.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Ibumu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Ibumu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
"Lalu siapa lagi?" tanya sahabat.
"Lalu ayahmu." Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Bukhari 5626 & Muslim 6664).
Mengajarkan Peranan Wanita dimasa Mendatang
Mengajarkan peranan anak perempuan dalam mengemban tanggung jawab pada peran yang akan di embannya kelak menjadi penting untuk dipersiapkan sedari dini, pengenalan dengan pemahaman disertai contoh teladan adalah cara yang diterapkan dalam mendidik anak perempuan untuk perannya di masa depan.Sebagai Seorang Istri
Suami adalan jalan menuju ridho Allah dan surga bagi wanita. Ridho Allah adalah Ridho suami, sebagai penganti peran tanggung jawab dari orang tua. Dalam hadis dari Abdurrahman bin Aur radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Apabila wanita shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya, maka disampaikan kepadanya: Silahkan masuk surga dari pintu manapun yang kamu inginkan." (HR. Ahmad 1683 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)
Sebagai seorang Ibu
Tidak ada peran yang lebih mendatangkan pahala yang banyak melainkan peran mendidik anak-anaknya sebagai seorang ibu, mendidik anak agar diridhoi Allah dan rasulnya. Karena anak-anaknya lah sumber pahala dirinya dan sumber kebaikan untuknya.
catatan kaki:
- 20 Diriwayatkan oleh Bukhari (1418) dan Muslim (2629) dan redaksi hadits ini berasal darinya (yaitu riwayat Imam Muslim)
- 21 Makna عَالَ جَِارِيَتَيْنِِ adalah memberikan perhatian dan pendidikan kepada mereka.
- 22 Diriwayatkan oleh Muslim (2631)