Cara Untuk Melakukan Mandi Wajib menurut Syara'

Cara Untuk Melakukan Mandi Wajib menurut Syara'

Cara Untuk Melakukan Mandi Wajib menurut Syara'


Mandi Wajib dilakukan karena 4 sebab: dengan keluar mani, bertemu dua khatan (bersetubuh), haid (datang bulan bagi wanita), dan nifas (darah yang keluar dari wanita setelah bersalin). Dalam mandi junub diwajibkan apa yang diwajibkan dalam wudhu, baik dari segi ke-muthlak-an air, maupun sucinya badan terlebih dahulu.

 

cara mandi wajib dalam syariat


Rukun (wajib) Mandi :

Dan yang wajib dari keseluruhan  tentang mandi wajib, ialah dua perkara : niat dan meratakan air pada badan dengan air. 


Dan yang diwajibkan pada wudlu ialah: niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai kedua siku, menyapu apa yang termasuk di dalam nama kepala; membasuh kedua kaki sampai kedua tumit dan dengan tertib (yang dahulu didahulukan dan yang kemudian di kemudiankan). Adapun berturut-turut (muwalah), maka tidak diwajibkan.

Cara Melakukan Mandi wajib sesuai dalam Sunnah Mandi

1. Niat

Lafadz Niat Mandi Besar adalah:

نَوَ يْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًاللهِ تَعَالَى
 

NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala."



2. meletakkan tempat air di sebelah kanan, 
atau bila di kamar mandir dengan bak air, maka bak tersebut berada disebelah kanan kita berdiri

 
3. kemudian membaca Bismillah, bacaan bismillah hanya didalam hati


4. membasuhkan kedua tangan 3 kali, 


5. kemudian beristinja’
,
Membersihkan anggotan badan dari kotoran dan najis (bila ada yang menempel), akan lebih baik jika menggunakan sabun, karena lebih terjamin akan kebersihannya.


6. Berwudhu,
berwudlu seperti wudlunya untuk shalat, Kecuali membasuh kedua tapak kaki, maka dikemudiankan. Karena membasuh kedua tapak kaki itu, dan kemudian meletakkan di atas tanah, adalah membuang-buang air saja. 


7. Kemudian menuangkan air ke atas kepala 3 kali, diusahakan mengenai bagian depan dan belakan dari anggota badan


8. kemudian ke bagian anggota badan sebelah 3 kali,

menyiramkan air bagian tubuh sebelah kanan sebanyak 3 kali, sambil dibasuh dengan tangan untuk meratakan air pada anggota tubuh


9. kemudian ke bagian anggota badan sebelah kiri 3 kali,

sama halnya dengan menyiram air bagian kanan sebelumnya

 
10. kemudian menggosok bagian,
baik bagian depan dan bagian belakang dari anggota badan dan menyelang-nyelangi dengan anak jari, rambut kepala dan janggut. 


11. Dan menyampaikan air kepada pangkalnya, baik yang tebal atau yang tipis.
Dan tidak diwajibkan atas wanita membuka sanggulnya, kecuali apabila diketahui, bahwa air itu tidak sampai ke semua celah rambutnya. Dan hendaklah diusahakan menyampaikan air  ke seluruh anggota dan lipatan tubuh. 


Dan hendaklah dijaga jangan sampai tersentuh kemaluan ketika sedang mandi. Jikalau terjadi yang demikian, maka hendaklah wudlunya diulangi. Kalau sudah berwudlu sebelum mandi maka tidak usah diulangi lagi sesudah mandi.

Demikian cara  wudlu dan mandi wajib dalam sunnah-sunnahnya.

Selain daripada mandi wajib diatas adalah sunat, seperti: mandi dua hari raya, mandi hari Jum’at, mandi pada hari-hari besar, mandi ihram, mandi wuquf di ‘Arafah dan di Muzdalifah, mandi karena masuk Makkah, mandi pada 3 hari tasyriq, mandi untuk thawaf wada’ menurut sebahagian ulama, mandi bagi kafir apabila masuk Islam, yang belum pernah berjunub, mandi orang gila apabila telah sembuh daripada gilanya dan mandi bagi orang yang memandikan mayat. Maka semua itu, adalah sunat hukumnya.