Kecaman bagi Orang yang Putus Asa dari Rahmat Allah

Kecaman bagi Orang yang Putus Asa dari Rahmat Allah

Kecaman bagi Orang yang Putus Asa dari Rahmat

 

Kecaman bagi Orang yang Putus Asa dari Rahmat Allah


Adalah termasuk dosa besar bagi seseorang yang mengabaikan dan berputus asa dari rahmat Allah, secara jelas dalam Alquran, Allah mengatakan dan memerintahkan untuk tidak berputus asa, seberapun sulit keadaannya.

Allah SWT berfirman: 

قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ 

"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS az-Zumar: 53). 


Ibn Katsir berkata: Yang dimaksud Allah mengampuni semua dosa adalah yang disertai dengan taubat, dan seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, sekalipun dosanya besar dan banyak, karena pintu rahmat dan taubat selalu terbuka luas. Ibn 'Abbas berkata: "Barangsiapa yang membuat putus asa hamba-hamba Allah maka dia telah menentang al-Qur'an."


Suatu saat Ibn Mas'ud melewati seorang yang sedang memberi mau'izhah (peringatan) kepada kelompok masyarakat. Lalu Ibn Mas'ud berkata: "Wahai orang yang memberi peringatan, kenapa engkau membuat orang-orang putus asa dari rahmat Allah?, lalu Ibn Mas'ud membaca ayat yang artinya: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah."

Sebagai Orang Yang Sesat Dan Kafir

Dikatakan bahwa, bagi siapa yang berputus asa, dikategorikan sebagai orang yang sesat. Dalam Alquran pada kisah Nabi Ibrahim saat menerima kabar yang dibawa oleh Dua Malaikat dengan membawa pesan akan mendapatkan putra.


Allah SWT berfirman: 

قَالَ وَمَنۡ يَّقۡنَطُ مِنۡ رَّحۡمَةِ رَبِّهٖۤ اِلَّا الضَّآلُّوۡنَ
 

"Ibrahim berkata: Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhanya, kecuali orang-orang yang sesat," (QS. al-Hijr: 56).

Dan juga dikategorikan sebagai orang yang kafir, bila berputus asa terhadap rahmat Allah.


Dan Allah berfirman:

وَلَا تَايۡــَٔسُوۡا مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يَايۡــَٔسُ مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡكٰفِرُوۡنَ... 

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir," (QS. Yusuf: 87).


Al-Qurthubi yang mengutip perkataan Imam Qatadah dan imam Dhahhak, mengatakan: ayat ini menunjukkan bahwa berputus asa dari rahmat Allah adalah ternmasuk dosa besar


Ibn Katsir telah menyebutkan kumpulan beberapa hadis Nabi saw yang diberi judul dengan "Kumpulan hadis-hadis yang melarang putus asa


Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas, ia berkata: Nabi saw telah bersabda: " Yang termasuk dosa besar adalah menyekutukan Allah, putus harapan dari kelapangan Allah dan putus asa dari rahmat Allah," (HR. al-Bazzar).