
Cara Memahami Alquran Agar Membuat Hidup Anda Sukses!
Cara Memahami Alquran Agar Membuat Hidup Anda Sukses! - AlQuran adalah kitab Ilahi terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW) melalui Malaikat Jibril (Jibril) di bulan Ramadhan; bulan suci dalam kalender Islam, dimulai pada 22 Desember 609 M; ketika Nabi Muhammad (SAW) berusia 40 tahun.

Allah SWT berfirman :
هُوَ الَّذى أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِا لْهُدَى وَدِيْنِ الْْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْن“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS At-Taubah : 33)
Alquran adalah buhul (tali) Allah yang menjulur ke bumi dari langit.
Allah Menetapkan segala sesuatunya didalam Alquran
Dalam Al-Qur'an, Allah telah menjelaskan setiap hal dengan sangat rinci. Ini adalah panduan lengkap. Ada 10 ganjaran untuk setiap surat yang kita baca dari Alquran. Lebih jauh, Allah sendiri yang mejaga kemurnian atas Alquran sehingga persis sama dengan saat pertama diturunkan, tidaklah bengkok.
Al-Quran juga mengabarkan kisah tentang kehidupan para nabi yang memberi kita keteladanan dan banyak hal untuk dipelajari.
"...Nabi menjawab: 'Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun terjadi sebelum-Nya, arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah mencipta langit dan bumi dan Allah menetapkan segala sesuatu dalam Alquran'. (HR. Bukhari)[1]
Kisah tentang Abu Bakar ra berusaha untuk mentakwilkan mimpi Nabi saw,
"...Abu Bakar mengatakan; 'Adapun awan, itulah Islam, adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran, karena alqur'an manisnya menetes, maka silahkan ada yang memperbanyak atau mempersedikit, adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini, yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu,..." (HR. Bukhari) [2]
1. Menyediakan waktu Tersendiri Untuk Membaca
Kisah tentang diutusnya Abu Musa dan Mu'adz bin Jabal ke negeri Yaman oleh Rasulullah saw. untuk menyampaikan Alquran.
"...Muadz bertanya; "Wahai Abdullah, bagaimana engkau membaca Alquran? Jawab Muadz; "Saya berusaha membaca sebanyak-banyaknya, lalu engkau sendiri bagaimana wahai muadz?" Kalau aku, jawab Muadz, saya tidur diawal malam kemudian bangun, kulaksanakan hak tidurku, dan aku baca apa yang Allah tetapkan bagiku, Aku berharap pahala dari tidurku sebagaimana berharap pahala dari shalat malamku." (HR. Bukhari)[3]
dari Khudzaifah berkata,
"Wahai ahli Alquran, bersikap istiqamahlah kalian, dengan demikian kalian telah menjadi pemenang yang jauh, sebaliknya jika kalian oleng kanan kiri, kalian telah sesat sesesat-sesatnya." (HR. Bukhari) [4]
2. Jangan Tergesa-gesa
dari Ibnu Abbas ra, ia berkata;
Jika Alquran diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menggerak-gerakkan lidahnya, beliau ingin menghafalkannya. Kemudian Allah menurunkan ayat: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.(QS. Alqiyamah 16), (HR. Tirmidzi)[5]
Diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Amr ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,
"Tidak akan memahami bacaan orang yang mengkhatamkan alQuran kurang dari tiga hari"
Rasulullah saw tidak membolehkan mengkhatamkan al-Quran kurang dari tiga hari. Sebab akan menyebabkan pembacanya tidak dapat memahami al-Quran dan tidak dapat mentadaburinya.
3. Memahami Arti, Mentadaburi Dan Mengamalkan Alquran
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah saw bersabda :
" ... Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.
Pelajaran yang terdapat dalam hadis diatas / الفوائد من الحديث : yaitu Selalu membaca Al quran, memahaminya dan mengamalkannya.
Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan[1]), Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi, Sholat adalah cahaya[2]), shadaqah adalah bukti[3]), Al quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya[4]), ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya . (Riwayat Muslim).
Semangat membaca Al quran dengan pemahaman dan mentadabburi (merenungkan) maknanya, menga-malkan kandungan-kandungannya karena hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.
Membaca AlQuran hendaknya dengan mentadaburinya. Adapun membaca dengan cepat merupakan bentuk bacaan bid'ah yang tidak akan melewati kerongkongan (tidak akan dapat dipahami bacaannya). Oleh sebab itu Rasulullah saw mengecam orang-orang yang bacaannya tidak melewati kerongkongannya.
Meskipun demikian, Alquran memiliki lebih manfaat dan pada dasarnya adalah hadiah terbesar bagi umat manusia. Namun sayangnya, kita tidak menyadari pentingnya hal itu. Alquran yang seharusnya menjadi prioritas pertama kita sekarang ditinggalkan sebagai prioritas paling rendah kita. Meskipun, Nabi Muhammad (SAW) berkata:
"...dan Al quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu..." (HR Muslim)
Itu akan menguntungkan kita atau memberatkan kita, tergantung pada apakah kita telah melafalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari atau tidak. Di Era yang kita sebut abad 21 ini, umat Islam punya waktu untuk menggunakan aplikasi media sosial, bergaul dengan teman, pesta, dan lain-lain. Namun, mereka tidak punya waktu untuk membaca Alquran. Menjadi seorang Muslim, betapa memalukan tindakan itu.
Alquran Dimudahkan untuk Dipelajari
dari Mutharrif -ia mengomentari ayat--:
"WA LAQAD YASSARNAL QUR`ANA LIDZ DZIKRI FAHAL MIN MUDZ DZAKIR" (Sesungguhnya Kami mudahkan Al quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran). Dia berkata: 'Bukankah pencari kebaikan itu selalu peroleh pertolongan? ' [Marwan] telah mengabarkan dari [Dlamrah], dia berkata: 'Mudzdzakir maksudnya Pencari Ilmu' ". (HR. Darimi) [6]
dari Anas ra, ia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang dekat." Dikatakan, "Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?" Beliau menjawab: "Mereka adalah ahli Al quran." (HR. Darimi, Musnad Darimi hadis nomor 3192)
Namun, alangkah baiknya mempelajari Alquran
dengan pemahamannya. Selain itu, kita sangat beruntung bahwa Alquran,
Kitab Suci dari sekitar 1 miliar Muslim di seluruh dunia sekarang telah
tersedia, dengan ayat-ayat pilihan diterjemahkan dalam 114 bahasa dan
buku lengkap dalam 47 bahasa di dunia.
dari Fulfulah Al Ju'fi berkata:
Aku termasuk diantara orang-orang yang terkejut dan tergesa-gesa mendatangi Abdullah bin Mas'ud berkaitan dengan berbagai macam Mushhaf, seorang lelaki berkata: Kami tidak datang untuk berkunjung akan tetapi karena masalah ini mengejutkan kami, lantas [Ibnu Mas'ud] berkata: Sesungguhnya Alquran diturunkan kepada Nabi kalian shallallaahu 'alaihi wa sallam dari tujuh pintu dengan tujuh huruf dan sesungguhnya kitab sebelum Alquran diturunkan dari tujuh pintu dengan satu huruf. (HR. Ahmad) [7]
4. Meresapi Kedalam Hati
"...nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diantara keturunan orang ini ada suatu kaum yang membaca al quran yang tidak melebihi tenggorokan mereka (membaca Alquran tidak meresap dalam hati), mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya,.." (HR. Bukhari) Shahih Bukhari hadis nomor 6880
Sebagian dari kita memperlakukan Alquran hanya sekedarnya belaka. Apalagi mereka yang hanya menyimpan Alquran sebagai kitab suci di rumah mereka.
Bahkan dalam budaya tertentu pada pernikahan, Alquran digunakan untuk menutupi kepala pengantin wanita. Dalam pemakaman dan di bulan "tertentu" Ramadhan, Alquran dibacakan. Di pengadilan Islam, Alquran digunakan sebagai saksi dan untuk tujuan pengambilan sumpah.
Tidak Akan Sampai Ke Hati bila Tak Bergetar Ketika Mendengar Ayat Allah
dua sifat/kondisi yang disifatkan oleh Allah kepada kaum Mukminin manakala mereka mendengar zikrullah, sebagaimana dalam firman Allah :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka". (Q.,s. 8/al-Anfal : 2). Begitu juga hal yang sama dalam ayat yang lain seperti Q.S. al-Hajj : 34-35; al-Hadid : 16; az-Zumar : 23. Dalam ayat yang lain Allah berfirman : " Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammmad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)". (Q.,s. 5/al-Maidah : 83).
Wanita membuka Alquran untuk membuat pria menyadari dan mengingatkan bahwa mereka perlu menurunkan pandangan mereka dan pria untuk membuat wanita mengingatkan bahwa mereka perlu menutupi diri mereka sepenuhnya. Selain itu, 1/3 mayoritas membuka Alquran hanya untuk wacana belaka.
Sebagian orang membuat Quran hanya sebuah “buku petunjuk telepon” yang digunakan untuk memilih halaman yang diminati seolah-olah memutar nomor pilihan sendiri. Sayangnya, hanya itu yang tersisa dari pentingnya dan penggunaan Alquran di dekat kita.
Memuliakan Dan Menempatkan Alquran
dari Salamah
sesungguhnya dia sangat memperhatikan tempat kitab Alquran dan dia menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sangat memperhatikan tempat itu dan antara mimbar dan kiblat seukuran tempat lewat kambing. (HR. Ahmad)[8]
Ada beberapa Muslim yang membaca Quran dengan hati untuk Allah dan bahkan lebih sedikit dari mereka yang membaca Quran dengan terjemahannya. Dalam Islam, implementasi lebih diutamakan daripada pendidikan. Oleh karena itu, orang tidak membaca Alquran dengan pemahaman dan ketika mereka tidak tahu arti dari apa yang tertulis di Alquran; bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan praktis?
Inilah alasan mengapa negara kita sedang menuju kejatuhan dan menderita banyak masalah.
Misalnya terorisme, korupsi, ketidakadilan, perpecahan, kemiskinan, dan banyak masalah lainnya. Alasan utama di balik semua ini adalah karena orang-orang tidak tahu banyak tentang agama mereka. Banyak pakar menyoroti semua masalah ini, yang disebutkan sebelumnya di atas. Tapi tidaklah menemukan akar penyebabnya. Meskipun memiliki Alquran yang memiliki solusi untuk setiap masalah, tetapi tidak memanfaatkannya.
Contoh seperti orang-orang bodoh yang dalam penyakit parah tidak minum obat meskipun sudah mengidapnya.
Kita sampai pada kesimpulan bahwa banyak masalah umat Islam disebabkan oleh pengetahuan mereka yang tidak lengkap tentang Alquran dan Islam secara umum. Oleh karena itu, ajaran Alquran perlu lebih dapat diakses oleh masyarakat dan karena alasan ini.
Kita hidup tidak lebih dari perbuatan hari ini.
Kita diciptakan untuk menyembah Allah dan hampir semua dari kita mengetahui hal ini. Namun sayangnya, hanya sedikit orang yang mempraktikkannya. Saat ini, banyak bencana alam yang datang. Semua ini terjadi karena Allah memberi peringatan kepada kita.
Allah dengan jelas menyebutkan dalam Alquran,
وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنۡزَلۡنٰهُ مُبٰرَكٌ فَاتَّبِعُوۡهُ وَاتَّقُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَۙDan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat, (QS. al-Anam, 6/155)
Inilah Cara Memahami Alquran Agar Membuat Hidup Anda Sukses, Jadi, tidak bisakah kita mengambil 10 menit dari kesibukan rutin kita untuk belajar Alquran dengan terjemahannya. Jika kita menginginkan kemajuan negara kita dan kesuksesan kedua dunia, kita harus memahami pentingnya Alquran pada waktunya; sebelum terlambat!
Catatan Kaki
[1] Shahih Bukhari hadis nomor 6868
[2] Shahih Bukhari hadis nomor 6524
[3] Shahih Bukhari hadis nomor 3996
[4] Shahih Bukhari hadis nomor 6739
[5] Sunan Tirmidzi hadis nomor 3252
[6] Musnad Darimi hadis nomor 350
[7] Musnad Ahmad hadis nomor 4031
[8] Musnad Ahmad hadis nomor 15945