keutamaan sholat sunnah rawatib Sesuai Rasulullah
3 minute read
0
Sholat adalah perihal pertama yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, dan merupakan tonggak atau pilar yang menegakkan agama seseorang. Sholat sunnah rawatib dikerjakan sebagai amalan tambahan yang diajarkan Rasul
“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka’at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga.”(H.R. Muslim)
Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544).
Hadis Imam muslim meriwayatkan dari Ummu Habibah (istri Nabi) mengungkapkan Rasulullah SAW berkata :
"Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan sholat tathawwu' selain sholat fardhu, sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam karena (menginginkan ridha) Allah, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, (atau melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di Surga)."(HR Muslim).
Keutamaan shalat sunah sebelum (Qabliyyah) subuh
Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut:
An 'Aa'isyata radhiyallaahu 'anhaa 'anin-nabiyyi shallallahu alaihi wa sallama qaala : Ra'atal-fajri khairum minad-dunyaa wa maa fiihaa.
Artinya:
"Dari Aisyah ra. bahwa Nabi saw. telah bersabda : Dua rakaat fajar (shalat sunah yang dikerjakan sebelum subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, " (HR. Muslim no. 725)
2 raka'at shalat sunah fajar, dengan niatnya :
Ushallii sunnatal-fajri rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahuakbar.
Artinya:
"Aku niat shalat sunah fajar dua raka'at, karena Allah ta'aalaa. Allaahu akbar."
2 raka'at shalat sunah sebelum subuh, dengan niatnya:
Ushallii sunnatash-shub rak ataini qabliyyatal lilta'aalaa. Allaahu akbar.
"Aku niat shalat sunah sebelum subuh dua raka'at karena Allah ta'aalaa. Allaahu akbar.
Artinya:
lillaahiTa'ala. Allaahu akbar:"
Keuntungan shalat sunah sebelum dan sesudah zhuhur, dinyatakan oleh Nabí Muhammad dengan sabdanya:
Anibni Umara radhiyallaahu 'anhu qaala : Shallaitu ma'a rasuulillaahi shallallaahu 'alaihi wa sallama rak'ataini qablazh-zhuhri wa rak'ataini ba'dahaa wa rak'ataini batdal-jumu'ati wa rak'ataini ba'dal-isyaa'i.
Artinya:
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Pernah saya shalat bersama Rasulullah saw. dua raka'at sebelum zhuhur dan dua raka'at sesudah zhuhur, dan dua raka'at sesudah Jum'at dan dua raka'at sesudah isya' " (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata:"Aku salat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jum’at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya." (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan)
Baca Tentang : 12 Rakaat Niat Shalat Sunnah Rawatib
keutamaan sholat sunnah rawatib
Banyak sekali dalil yang menjadi sandaran perihal anjuran kepada kita untuk menegakkan sholat sunnah rawatib, karena keutamaannya yang begitu besar.“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka’at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga.”(H.R. Muslim)
Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544).
Hadis Imam muslim meriwayatkan dari Ummu Habibah (istri Nabi) mengungkapkan Rasulullah SAW berkata :
"Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan sholat tathawwu' selain sholat fardhu, sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam karena (menginginkan ridha) Allah, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, (atau melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di Surga)."(HR Muslim).
Keutamaan shalat sunah sebelum (Qabliyyah) subuh
Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut:
An 'Aa'isyata radhiyallaahu 'anhaa 'anin-nabiyyi shallallahu alaihi wa sallama qaala : Ra'atal-fajri khairum minad-dunyaa wa maa fiihaa.
Artinya:
"Dari Aisyah ra. bahwa Nabi saw. telah bersabda : Dua rakaat fajar (shalat sunah yang dikerjakan sebelum subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, " (HR. Muslim no. 725)
2 raka'at shalat sunah fajar, dengan niatnya :
Ushallii sunnatal-fajri rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahuakbar.
Artinya:
"Aku niat shalat sunah fajar dua raka'at, karena Allah ta'aalaa. Allaahu akbar."
2 raka'at shalat sunah sebelum subuh, dengan niatnya:
Ushallii sunnatash-shub rak ataini qabliyyatal lilta'aalaa. Allaahu akbar.
"Aku niat shalat sunah sebelum subuh dua raka'at karena Allah ta'aalaa. Allaahu akbar.
Artinya:
lillaahiTa'ala. Allaahu akbar:"
Keuntungan shalat sunah sebelum dan sesudah zhuhur, dinyatakan oleh Nabí Muhammad dengan sabdanya:
Anibni Umara radhiyallaahu 'anhu qaala : Shallaitu ma'a rasuulillaahi shallallaahu 'alaihi wa sallama rak'ataini qablazh-zhuhri wa rak'ataini ba'dahaa wa rak'ataini batdal-jumu'ati wa rak'ataini ba'dal-isyaa'i.
Artinya:
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Pernah saya shalat bersama Rasulullah saw. dua raka'at sebelum zhuhur dan dua raka'at sesudah zhuhur, dan dua raka'at sesudah Jum'at dan dua raka'at sesudah isya' " (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata:"Aku salat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jum’at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya." (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan)
Baca Tentang : 12 Rakaat Niat Shalat Sunnah Rawatib