
Rahasia Hikmah dibalik Wudhu bagi Kesehatan
5 minute read
0
Wudhu adalah suatu kewajiban yang dilakukan sebelum melakukan sholat, dengan tujuan untuk mensucikan diri dengan cara membersihkan anggota tubuh yang terkena wudhu dari hadas kecil. Dibalik itu semua, Wudhu menyimpan hikmah yang luar biasa bagi kesehatan.
Rasulullah bersabda,
"Barang siapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya." (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda, "
Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, "Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan yang dimaksud adalah aktivitas wudhu - adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi)."
Bahkan, dalam bukunya yang cukup terkenal, Dr. Mazaru Emoto-seorang peneliti Jepang-dalam bukunya The Power of Water (2006), secara gamblang dan luar biasa menjelaskan kekuatan sejati air dengan penelitian yang mencengangkan. Di luar hikmah air, Dr. Masaru juga menemukan efek gelombang energi yang dia sebut sebagai Hado
Lalu, dari hado inilah Dr. Masaru bisa memformat efek energi air untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Ilmu kontemporer menetapkan setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur bahwasanya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba.
Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya
... dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak ...
dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasanya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah.
Oleh karena itu, disyari'atkan untuk melakukan istinsyaag (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi.
Sunnah ber Siwak sebelum wudhu untuk kebersihan gigi dan mulut, Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju kedarah. Dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.
Sementara itu berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Uji coba ini belum pernah dikemukakan oleh para pakar olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memerhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.
Di samping itu sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badannya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.
Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan Sangat mengundang mikroba untuk berkembang biak dan menyebar. Maka, wudhu telah mendahului llmu Pektroloogi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, di mana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji coba dan penelitian.
Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain: Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu. Ini menambah jelas kepada kita
sabda Rasulullah:
"Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tidur, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali."
Sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung.
Maka apabila kita membasuhnya disertai menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari'atkannya wudhu di dalam Islam.
Demikianlah beberapa hikmah wudhu yang bisa kita lihat dari Al-Ijaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, karya Muhammad Kamil Abd Al-Shomad.
Baca juga : Panduan Niat, Tata cara Wudhu dan Doa

Rasulullah bersabda,
"Barang siapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya." (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda, "
Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Hikmah dibalik Wudhu
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, "Para pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)."Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, "Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan yang dimaksud adalah aktivitas wudhu - adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi)."
Bahkan, dalam bukunya yang cukup terkenal, Dr. Mazaru Emoto-seorang peneliti Jepang-dalam bukunya The Power of Water (2006), secara gamblang dan luar biasa menjelaskan kekuatan sejati air dengan penelitian yang mencengangkan. Di luar hikmah air, Dr. Masaru juga menemukan efek gelombang energi yang dia sebut sebagai Hado
Lalu, dari hado inilah Dr. Masaru bisa memformat efek energi air untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Ilmu kontemporer menetapkan setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur bahwasanya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba.
Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya
... dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak ...
dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasanya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah.
Oleh karena itu, disyari'atkan untuk melakukan istinsyaag (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi.
Sunnah ber Siwak sebelum wudhu untuk kebersihan gigi dan mulut, Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju kedarah. Dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.
Sementara itu berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Uji coba ini belum pernah dikemukakan oleh para pakar olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memerhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.
Di samping itu sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badannya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.
Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan Sangat mengundang mikroba untuk berkembang biak dan menyebar. Maka, wudhu telah mendahului llmu Pektroloogi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, di mana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji coba dan penelitian.
Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain: Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu. Ini menambah jelas kepada kita
sabda Rasulullah:
"Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tidur, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali."
Sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung.
Maka apabila kita membasuhnya disertai menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari'atkannya wudhu di dalam Islam.
Demikianlah beberapa hikmah wudhu yang bisa kita lihat dari Al-Ijaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, karya Muhammad Kamil Abd Al-Shomad.
Baca juga : Panduan Niat, Tata cara Wudhu dan Doa