
5 Hal Tentang Nabi Muhammad (SAW) Yang Perlu Diketahui
5 Hal Tentang Nabi Muhammad (SAW) Yang Perlu Diketahui - Kita sebagai Orang Muslim Perlu untuk mengenal Nabi tercinta (SAW). Nabi kita (SAW) memberikan banyak contoh, sehingga setiap tindakan, atau setiap ucapan kecil yang beliau ucapkan memiliki nilai yang sangat besar.

Masyarakat kita kehabisan nilai-nilai tertentu yang mencapai relevansinya paling tinggi saat ini. Kita memiliki banyak contoh untuk diikuti, tetapi apa saja yang paling menarik, menggugah pikiran, dan yang secara langsung berhubungan dengan dilema sosial kita?
Nabi (SAW) suka berdiri di tengah hujan:
Merupakan sunnah untuk berdiri dan membuka sebagian tubuh terguyur hujan. Pernyataan tersebut didukung oleh Riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik (RA). Diberitakan,
“Kami turun hujan saat kami bersama Rasulullah (SAW). Rasulullah (SAW) membuka pakaiannya (dari sebagian tubuhnya) sampai hujan turun menimpanya. Kami berkata: Rasulullah, mengapa Engkau melakukan ini? Dia berkata: Karena (hujan) adalah rahmat dari Allah SWT. ”
Riwayat Hadis Imam Muslim dari hadits Anas ini mengatakan,
“Ketika hujan turun dari langit, Dia (Nabi SAW) biasa melepas pakaiannya dari punggungnya sampai hujan turun di atasnya (punggungnya).”
Hadis ini dipandang oleh para ulama pada dasarnya menunjukkan karakter Nabi (SAW) bahwa beliau adalah orang yang bersyukur. Terbukti dari kisah tersebut di atas, hal itu menunjukkan reaksinya tentang hujan, bahwa pelajaran untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan Sikap Tawadhu.
Rasulullah (SAW) sangat menekankan pada ketabahan
Seperti disebutkan dalam sumber Sahih Bukhari yang dapat dipercaya, Nabi Muhammad (SAW) pernah berkata,
"Selama tidurmu, Setan mengikatkan tiga simpul di belakang kepala kalian masing-masing, dan dia menghembuskan kata-kata berikut di setiap simpul, ' Malamnya panjang, jadi teruslah tidur, 'Jika orang itu bangun dan berkata Alhamdulillah, maka satu simpul terlepas, dan ketika dia berwudhu simpul kedua terlepas, dan ketika dia berdoa, semua simpulnya terlepas, dan dia bangun di pagi hari dengan semangat dan keberkahan, jika tidak, dia akan bangun dengan tidak bersemangat dan lesu. "
Di sini, Rasulullah menjelaskan tentang bangun pagi dan melakukan ritual wajib hari itu. Sebaliknya, masyarakat mempunyai kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Nabi kita (SAW) tentang keteguhan.
Nabi Muhammad (SAW) memiliki selera humor Yang Tinggi
Karena karakter dan kepribadiannya yang menawan, menarik, dan Cerdas, humor Nabi (SAW) adalah yang terbaik. Sahabat Anas (RA) berkata,
“Suatu ketika seseorang meminta Muhammad (SAW) untuk menunggangi hewan. Dia menjawab bahwa Dia akan memberinya bayi unta betina untuk dinaiki. Pria itu bertanya, 'Apa yang akan dia lakukan dengan bayi unta betina?' Muhammad (SAW) menjawab, 'Apakah ada unta yang tidak lahir dari unta betina?'
Selera humor Nabi (SAW) berdasar pada kecerdasannya serta sikap positif terhadap hidup, dan humor yang dilontarkan beliau tidaklah mengandung ejekan dan kebohongan dan juga memancing orang untuk berpikir secara luas dan terbuka.
Nabi Muhammad (SAW) sangat disiplin; dia memperbaiki sepatu, pakaian dan mengepel lantai sendiri Dalam Rumah tangga.
Istrinya, 'Aisyah (RA) pernah ditanyai:
"Apa yang biasa dilakukan Nabi (SAW) di rumahnya?" Di mana dia menjawab, "Dia dulu menyibukkan dirinya dengan melakukan pekerjaan rumah dan ketika waktunya berdoa dia akan melakukannya." (Sahih Bukhari)
Pada kesempatan lain, dia ('Aisyah R.A) berkata,
“Dia melakukan apa yang salah satu dari kalian akan lakukan di rumahnya. Dia memperbaiki sandal dan menambal pakaian dan menjahit. " (HR. Al-Albani)
Hal itu menggelitik masyarakat dominan para pria umumnya, menentang patriarki dalam segala bentuk. Ini menekankan bahwa setiap manusia adalah pelaku didalam rumahnya terlepas dari jenis kelamin mereka.
Nabi saw sangat perhatian
Kepada siapa pun di masyarakat, Nabi (SAW) begitu perhatian kepada semua. Pria, wanita, anak-anak, yatim piatu, hewan dan bahkan musuh, dia tidak memilah kasih sayang dan perhatian kepada semua.
Beliau memenuhi hak-hak wanita, mengecam kekejaman terhadap hewan atau mehluk Allah, menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua, bertutur kata sopan kepada orang-orang dan tentu saja tidak menunjukkan diskriminasi.
dari Anas bin Malik, ia berkata, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Saat aku shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba aku mendengar tangian bayi sehingga aku pun memendekkan shalatku, sebab aku tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut." (HR. Sahih Bukhari)[1]
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda,
“Apabila seseorang di antara kalian shalat untuk orang-orang, hendaklah ia meringankan shalatnya, karena di antara mereka (para makmum) terdapat orang yang sakit dan orang yang lemah Tetapi bila ia shalat untuk dirinya, ia boleh memanjangkannya sekehendaknya “ [2]
Kebanyakan dari kita sepertinya banyak berlaku yang tidak sesuai dengan karakter Rasulullah, Berlaku aniaya kepada hewan/mahluk Allah, menghalangi hak orang lain dan lainnya. Bukankah sudah saatnya kita mengambil inspirasi dan contoh terbaik dari Rasulullah (SAW)?
Catatan Kaki
[1] Shahih Bukhari hadis nomor 668
[2] 217 Musnad Syafii : 211