Kisah Nabi Yusuf menjadi Petinggi di Negeri Mesir

Kisah Nabi Yusuf menjadi Petinggi di Negeri Mesir

Kisah teladan Nabi Yusuf sebelumnya dipenuhi dengan cobaan dan penderitaan yang panjang. Dibuang oleh saudara-saudaranya sendiri kedalam sumur, ditinggal sendiri didalam gelap. Dijual sebagai budak oleh kafilah yang menemukannya didalam sumur. 

Tak berhenti sampai disitu, Nabi Yusuf digoda Istri majikannya Zaulaiha dan difitnah, kemudian dimasukkan kedalam penjara untuk meredakan isu - isu yang timbul karenanya. Didalam penjara ia bertemu dengan pelayan kerejaan Mesir. Kisah Nabi Yusuf diberi ilmu berupa takwil mimpi mengawali perjalanan kisahnya menjadi pembesar di negeri Mesir. 

 

Baca cerita Sebelumnya : Kisah Teladan Nabi Yusuf AS

kisah nabi yusuf menjadi menteri mesir
source image : ancientegypthistorykingdom.weebly.com

 

Kisah Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Raja

Pada suatu hari Raja Mesir memanggil semua penasihat dan tukang ramalnya. Tadi malam sang Raja bermimpi melihat tujuh ekor lembu kurus memakan tujuh ekor lembu yang gemuk-gemuk. Dan ia melihat tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering.


Para penasihat, dukun, tukang ramal diperintah untuk mengartikan mimpi sang raja. Namun tidak ada seorang pun yang mampu memberikan jawaban yang memuaskan.


Raja sangat kecewa dibuatnya. Pada saat yang sama Nabo, orang yang pernah dipenjara bersama Nabi Yusuf, teringat akan kejadian yang lalu dan akan kepandaian Nabi Yusuf sewaktu menafsirkan mimpinya dipenjara dulu. Ia kemudian menyampaikan akan perihal Nabi Yusuf diberi ilmu berupa takwil mimpi dengan tepat kepada Raja.


Raja kemudian mengutus Nabo untuk menemui Nabi Yusuf di penjara dan minta kepada Yusuf agar mengartikan mimpi dari Raja Mesir.


Nabi Yusuf bukan hanya bersedia mengartikan mimpi tersebut, Ia malah menerangkan jalan keluar dari arti mimpi tersebut. Berkata Nabi Yusuf :


"Mesir akan mengalami masa subur selama tujuh tahun dan setelahnya mengalami paceklik selama tujuh tahun pula."


"Oleh karena itu" Sambung Nabi Yusuf, 

 

"Hasil panen selama tujuh tahun pada masa suburnya, haruslah disimpan secara cermat dan baik dalam tempat simpanan, janganlah dihambur-hamburkan. Karena hal itu untuk persedian pada masa paceklik setelahnya."

Setelah mendapat penjalasan dari Nabi Yusuf, Nabo pun kembali menghadap Raja untuk menyampaikan berita tersebut, Saat mendengar penafsiran dari mimpinya oleh Nabi Yusuf, sang Raja merasa senang mendengarnya.


Disaat itulah Nabo kemudian menyampaikan pesan Nabi Yusuf untuk mengadili dirinya seadil-adilnya, karena sesungguhnya Nabi Yusuf tidak bersalah. Perkara tersebut kemudian diselidiki untuk kebenarannya oleh pihak kerajaan. Setelah terbukti tak bersalah, akhirnya Nabi Yusuf pun dibebaskan.

 

Nabi Yusuf Diangkat Menjadi Menteri Negeri Mesir

Setelah penyelidikan selesai dan membuktikan kebenaran Nabi Yusuf, sang Raja pun semakin tertarik olehnya. Terlebih setelah diketahuinya bahwa Nabi Yusuf adalah orang yang cerdas dan berilmu takwil, orang yang bukan hanya mampu mengartikan mimpi raja disaat para ahli nujum Mesir tak mampu, namun orang yang juga mampu menganalisa masalah dengan solusi bijaksana.


Maka sang Raja akhirnya memanggil Nabi Yusuf untuk menghadapnya, kemudian diangkatlah Yusuf sebagai Menteri di kerajaannya, Menteri yang mengurusi perekonomian kerajaan Mesir, mengatur bidang persedian pangan dan pertanian.


Nabi Yusuf diserahkan tugas untuk mengatur simpanan lumbung kerajaan demi mengatasi musim paceklik yang telah diperkirakan melalui mimpi Raja. Semua dilakukan Raja untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya pada masa paceklik kelak.


Masa Paceklik Tiba

Dalam kurun waktu tujuh tahun masa subur, Nabi Yusuf mempersiapkan segalanya secara detil, memaksimalkan hasil panen dari pertanian kerajaan Mesir dengan Gandum dan bahan pangan lain secara melimpah untuk dikonsumsi secukupnya dan disimpan sebaik-baiknya dialam lumbung kerajaan. Semua dikelolanya dengan sangat baik.


Setelah masa tujuh tahun mempersiapkan segala kebutuhan pangan, Apa yang diucapkan Nabi Yusuf melalui tafsir mimpi sang Raja, menjadi kenyataan. Maka datanglah masa paceklik. Masa paceklik juga menyebar ke sekita wilayah kerajaan Mesir, juga termasuk wilayah Palestina tempat tinggal Nabi Yaqub ayah dari Nabi Yusuf.


Negeri Palestina tentulah tidak mempersiapkan masa paceklik, karena tidak ada wilayah satupun yang mengetahui dan mempersiapkan akan masalah kekeringan itu, selain Kerajaan Mesir. Akibatnya wilayah-wilayah itu mulai menderita kesulitan, rakyatnya mengalami kelaparan.


Pertemuan Yusuf dan Saudara-saudaranya

Demi mendengar bahwa di negeri Mesir banyak tersedia bahan makanan, dan kabar bahan makanan tersebut dapat ditukar dengan sesuatu yang berharga, ada yang mengatakan barang tersebut adalah emas. Saudara -saudara Nabi Yusuf pun bermaksud untuk pergi ke Mesir.


Pada waktu itu, Bunyamun tidak ikut serta, karena Nabi Yaqub khawatir akan keselamatannya seperti yang telah menimpa Nabi Yusuf sebelumnya. Saat mereka tiba di kerajaan Mesir dan menukar barang berharganya dengan gandum, mereka tak mengira bahwa kepala gudang simpanan negeri Mesir adalah Yusuf saudara mereka sendiri. Nabi Yusuf dengan jelas mengetahui akan saudara-saudaranya itu, namun dengan berpura -pura tidak mengenalnya.


Nabi Yusuf memperlakukan mereka layaknya tamu terhormat. Dijamu dengan jamuan makanan yang lezat-lezat. Mereka juga diberi bekal untuk perjalanan pulang. Ketika saudara-saudaranya bersiap hendak pulang ke negerinya, Palestina. Nabi Yusuf berkata kepada mereka :


"Bawalah saudaramu yang seayah (maksudnya Bunyamun) menghadapku, jika tidak kalian lakukan, maka kelak ketika persediaan pangan kalian habis, tidak akan kuijinkan dari kalian untuk memasuki negeri ini dan menukar bahan makanan."

Alangkah terkejutnya mereka, bahwa orang penting dengan jabatan tinggi di negeri Mesir itu, mengetahui akan keberadaan saudara mereka yang lain yaitu Bunyamun. Mereka bukanlah curiga akan siapa Yusuf sebenarnya, namun mereka lebih terheran mengapa Yusuf bisa mengetahui akan saudara mereka. Dengan perasaan yang penuh keheranan dan tanda tanya, mereka pun menyanggupinya dan beranjak pergi.


Kisah Pertemuan Nabi Yusuf dan Bunyamun

Ketika mereka tiba dirumah dan membuka karung gandum bawaan dari negeri Mesir, Ternyata emas-emas yang mereka tukarkan tetap berada didalamnya, bercampur bersama gandum yang mereka bawa. Mereka heran dan segera melaporkan kepada ayahnya, Nabi Yaqub.
"Sungguh aneh!?" Gumam Nabi Yaqub.
Ketika mereka mengatakan keinginan Menteri Ekonomi negeri Mesir, yang tak lain adalah Yusuf. Agar mereka membawa saudara mereka Bunyamun untuk menghadap sang Menteri ketika hendak menukar dan membeli bahan pangan selanjutnya.
"Aku tidak mengijinkan hal itu!" Sanggah Nabi Yusuf akan laporan mereka.
Nabi Yaqub langsung menolak hal tersebut, Ia begitu khawatir akan keselamatan Bunyamun, Bunyamun lah yang paling disayang sebagai pengganti kehilangannya akan Yusuf. Ia takut nasib buruk kehilangan anak yang dicintanya akan terulang lagi.
"Jika kami tidak turut membawa serta Bunyamun, maka kami tidaklah diijinkan kembali untuk memasuki negeri Mesir. Dan yang lebih mengkhawatirkan kami juga tidak diijinkan untuk menukarkan bahan makanan di negeri mereka. Lalu kemana kita harus mencari bahan makanan selain di negeri Mesir?" Kata Saudara-saudara Yusuf menanggapi penolakan ayahnya.

Nabi Yaqub tetap tidak memperbolehkan Bunyamun dibawa pergi. Trauma akan kehilangan Yusuf masih menghantui dirinya. Saudara-saudara Yusuf pun diam dan tak membantah lagi.


Namun seiring berjalannya waktu dan persedian bahan makanan mereka telah semakin menipis. Nabi Yaqub mulai kehilangan akal. Betapa bingung ia dibuatnya, bila ia mengijinkan Bunyamun pergi, maka ketakutan akan kehilangan anak begitu besar menghantuinya. Tapi dilain sisi, bila ia tidak mengijinkan pergi maka seluruh keluarganya akan didera kelaparan.


Ia pun dengan berat hati cenderung untuk mengijinkan kepergian Bunyamun anak kesayangannya, demi menyelamatkan keluarganya dari kelaparan. Dengan berpesan pada saudara-saudara Yusuf :


"Bersumpahlah atas nama Tuhan," Kata Nabi Yaqub. "Bahwa kalian harus melindungi adik kalian Bunyamun dengan segenap jiwa raga kalian. Jia terjadi sesuatu, kalian harus membelanya sampai titik darah berakhir."


Mereka serentak menyatakan kesediannya untuk melindungi Bunyamun dan bersumpah demi Allah akan membela dan membawa Bunyamun kembali pulang.


Bertolak Kembali ke Mesir

Demikianlah, untuk kali kedua mereka kembali ke negeri Mesir.Begitu rombongan saudara itu masuk ke negeri Mesir, sesuai dengan perintah sebelumnya, mereka disambut dan langsung dihadapkan kepada Menteri negeri tersebut, yaitu Yusuf.


kisah nabi yusuf menteri mesir
source image :pinterest.at/pin/539587599095602483/

Ketika Nabi Yusuf melihat dan bertemu rombongan saudaranya yang Bunyamun pun turut didalamnya, Ia sebenarnya tak mampu menahan diri. Rasanya ingin segera memeluk erat-erat Bunyamun, sudah begitu lama ia menahan rasa rindu terhadap adik kandung satu-satunya itu. Namun untuk sementara ia tidakk ingin saudara-saudaranya yang lain tahu bahwa dirinya adalah Yusuf saudara mereka sendiri. Saudara mereka yang pernah dibuang kedalam sumur gelap dan ditinggalkan sendiri.


Nabi yusuf mencari cara agar Bunyamun dapat tinggal bersamanya diistana, tidak pulang kembali bersama saudaranya yang lain ke Palestina. Ia tidak ingin berpisah lagi dengan adik kandungnya.


Yusuf kemudian meletakkan piala raja yang terbuat dari emas di karung bawaan milik Bunyamun.


Ketika rombongan saudaranya termasuk Bunyamun telah menyelesaikan urusan menukar bahan makanan, mereka pun beranjak pergi untuk kembali pulang. Untuk sementara Nabi Yusuf membiarkan mereka berjalan keluar menuju pintu gerbang kota. Baru setelah mereka mendekati gerbang, Nabi Yusuf memerintahkan prajurit untuk menyusul.Mereka terkejut ketika serombongan prajurit menyusul dan memintanya berhenti.


"Raja Kami kehilangan piala yang terbuat dari emas. Apakah kalian mengetahuinya? Apabila diantara kalian ada yang mengetahui dan menemukan dimana barang tersebut, akan diberikan imbalan gandum satu tunggangan onta." Kata para prajurit


"Kami datang ke negeri ini bukan untuk mencari masalah." Kata saudara-saudara Nabi Yusuf. "Dan Kami bukanlah termasuk orang-orang yang suka mencuri."


"Bagaimana bila salah satu dari kalian ternyata ada yang mencuri? Apa yang kalian tawarkan sebagai tebusan dari perbuatannya?" Tanya para prajurit.


"Sebagai hukuman dan penebus atas perbuatannya, kami serahkan orang tersebut sebagai budak" Jawab rombongan saudara Nabi Yusuf.


Para prajurit  kemudian memeriksa barang bawaan mereka satu persatu, ketika tiba waktunya menggeledah karung bawaan Bunyamun dan para prajurit menemukan piala yang dicari. Betapa terkejutnya saudara - saudara Yusuf mengetahui ha itu. Tak bisa mereka bayangkan ketika menghadap ayahnya nanti, janji untuk membawa Bunyamun pulang tak mampu mereka tepati.


Tanpa kompromi lagi, Bunyamun dibawa menghadap Menteri Perekonomian yaitu Yusuf. Sedangkan Saudara-saudara Bunyamun yang lain diperbolehkan pulang. Yahudza kakak ke empat dari 12 saudara itu, tak ikut pulang bersama saudaranya yang lain, ia merasa malu kepada ayahnya karena telah berjanji melindungi Bunyamun dari segala marabahaya, nyatanya Bunyamun sekarang tak bisa ia bawa pulang.


Yahudza bersumpah tidak akan pulang sebelum membawa Bunyamun ke hadapan ayahnya atau ayannya sendiri ysng memanggilnya pulang. Sementara itu Bunyamun gemetar saat dihadapkan kepada Menteri Ekonomi Mesir.


Baru kali ini ia berhadapan engan pejabat tinggi di istana kerajaan. Wajahnya pucat pasi, tapi hal itu tak berlangsung lama karena Yusuf segera memeluknya dan mengatakan siapa sebenamya sang Menteri ekonomi itu.


Pertemuan kakak beradik itu benar-benar mengharukan, Bunyamon menangis terisak-isak. la segera menceritakan nasib ayahnya di Palestina. Betapa menderitanya sang ayah sejak ditinggal Yusuf, setiap hari ayahnya menangis sampai matanya menjadi putih dan tak dapat melihat lagi.


Kisah Mimpi Nabi Yusuf Menjadi Kenyataan

Begitu mengetahui sembilan orang anaknya pulang tanpa membawa Bunyamun, Nabi Yaqub terpukul jiwanya. la benar-benar sedih. Sudah kehilangan Yusuf, kini harus kembali kehilangan Bunyamun, untuk dijadikan budak oleh penguasa Negeri Mesir. Dari hari ke hari tampak nian kesedihan Nabi Ya'qub. Kini ia lebih suka menyendiri di mihrabnya (tempat ibadah).


Hanya Tuhan tempatnya mengadu dan berkeluh kesah. Pada suatu hari ia mendapat ilham bahwa Yusuf itu masih hidup dan tak lama lagi ia akan berjumpa dengan anak yaug sangat dicintainya itu.


Nabi Ya'qub kemudian memerintahkan anak-anaknya mengembara ke Mesir:


"Carilah kabar tentang Yusuf di Mesir dan berusahalah membebaskan Bunyamun agar dapat pulang."

Karena tak sampai hati melihat penderitaan ayahnya, anak-anak Nabi Yaqub itu akhimya pergi ke Mesir lagi. Mereka langsung menghadap Menteri Ekonomi. Di samping hendak minta bantuan bahan makanan mereka juga meminta agar penguasa Mesir mau membebaskan Bunyamin. Berkata mereka kepada Yusuf :


"Ayah kami sangat bersedih sejak kehilangan saudara kami, Yusuf. Tertebih setelah. Bunyamun juga tak dapat kembali pulang. Kami benar-benar mengharap belas kasih Paduka agar mau membebaskan Bunyamin sehingga dapat mengurangi penderitaan ayah kami."


Akhimya Yusuf tak sampai hati mendengar penuturan saudara-saudaranya tentang ayahnya yang menderita. Sambil tersenyum ia berkata :


"Masih ingatkah kalian, kepada saudaramu Yusuf yang kalian lemparkan ke dalam  sumur tanpa belas kasih. Kalian meninggalkannya seorang diri seperti barang yang tak berharga. Tak kalian hiraukan ratap tangisnya dan kalian terus saja pulang tanpa merasa bersalah."


Mendengar ucapan sang Menteri mereka terkejut. Bagaimana Menteri itu bisa mengetahui perkara rahasia yang tak pernah mereka bocorkan. Mereka saling pandang. Perlahan-lahan mereka mengamati wajah sang Menteri. Senyumnya, wajahnya, bentuk tubuhnya dari atas hingga bawah. Dan akhirnya hampir berbareng mereka berucap:


"Engkau Yusuf!" "Benarlah !" jawab Yusuf.

"Akulah Yusuf dan inilah adikku Bunyamun.  Allah dengan Rahmat-Nya telah mengakhiri penderitaanku dari ujian berat yang telah kualami. Dan dengan Rahmat-Nya pula kami dikaruniai rezeki berlimpah ruah dan penghidupan yang sejahtera. Demikianlah barangsiapa yang bersabar, bertaqwa dan bertawakkal tidaklah akan luput dari pahala dan ganjaran-Nya."


kisah nabi yusuf bertemu saudaranya
source image : cjnews.com

 Saudara-saudara Yusuf gemetar mendengar pengakuan itu. Terbayang kembali perbuatan mereka saat memasukkan Yusuf ke dalam sumur. Mereka kuatir bila Yusuf membalas dendam. Tapi ternyata Yusuf bukanlah orang yang pendendam. Mereka dimaafkan. Yusuf kemudian mengambil baju gamisnya dan diserahkan kepada saudara- saudaranya.  Nabi Yusuf berkata kepada Saudara-saudaranya :


"Usapkanlah baju ini pada kedua belah mata ayah, Insya Allah beliau dapat melihat kembali. Kemudian ajaklah ayah dan ibu kaliam ke Mesir secepatnya. Aku sudah tak sabar untuk bertemu."


Demikianlah, setelah mereka datang di Palestina. Baju Gamis Yusuf segera diusapkan di kedua belah mata ayahnya:. Atas kehendak Allah Nabi Yaqub yang buta bisa melihat kembali. Nabi Yaqub dan keluarganya kemudian pindah ke Mesir memenuhi permintaan Yusuf.


Kini lengkaplah sudah kebahagiaan Yusuf karena dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya. Yusuf menaikkan ayah dan ibu(tiri)nya ke singgasananya.Apa yang pernah diimpikannya dulu sekarang menjadi nyata. 


> اِذۡ قَالَ يُوۡسُفُ لِاَبِيۡهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡ رَاَيۡتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبًا وَّالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ رَاَيۡتُهُمۡ لِىۡ سٰجِدِيۡنَ‏


"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (Qs Yusuf : 4)