Cerita Raja Abrahah dan Pasukan Gajah

Cerita Raja Abrahah dan Pasukan Gajah

Mengapa kelahiran Rasulullah disebut tahun gajah? alasan utamanya ialah menjelang kelahiran NabiMuhammad SAW, terjadi peristiwa penyerbuan ka'bah oleh tentara dan rombongan gajah yang dipimpin Abrahah dari negeri Yaman. Bahkan cerita dan kisah penyerangan oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya tersebut diabadikan dalam surah al-Fiil.Cerita islami yang inspiratif dibawakan kepada anak.baja juga cerita islam untuk anak yang lain

cerita anak tentang kisah abrahah menyerang kabah




Profil Abrahah al-Asyram


Dalam Cerita Islam tokoh Abrahah bin ash-shabbah al-Habasyi ( Habsyah atau  Ethiopia )atau yang sering dikenal Abrahah al-Asyram adalah sosok penguasa di negeri Yaman yang menjadi bawahan Negus an-Najasyi dari Ethiopia . Pencatat cerita dan sejarah Islam menyatakan bahwa tidak banyak literatur mengenai Abrahah ini. 

Namun para pencatat sejarah bersepakat bahwa Abrahah adalah seorang Jendral perang utusan Negus raja Aksum bagian kekaisaran Romawi di Wilayah Ethiopia untuk menyerang kerajaan Himyar.

Karena keberhasilannya menjadi jendral yang  menyerang  raja Dzu Nawas pada kerajaan Himyar daerah Arab selatan (Yaman) di tahun 525 M, maka Abrahah diangkat menjadi Gubernur di wilayah Himyar tersebut. Kerajan yang pernah berdiri di negeri Yaman pada zaman kuno.


Setelah beberapa saat menjabat menjadi Gubernur, Abrahah mencoba untuk memberontak dari bagian kekuasaan kerajaan Aksum dengan memboikot pajak yang harus dibayarkan serta menghancurkan pasukan yang bermaksud untuk melumpuhkannya. Lalu Abrahah menyatakan kerajaannya sebagai kerajaan yang berdiri sendiri, dan mengangkat dirinya sebagai Raja.


Cerita Latar belakang penyerangan Kabah


Dalam sejarah cerita islam, Abrahah adalah orang yang berada dibarisan terdepan yang membenci atas keberadaan Ka'bah. Abrahah tidak menyukai kabah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun dari segi ritual keagamaan, meski pada waktu itu kegiatan keagamaan tidak lagi sesuai dengan ajaran nabi Ibrahim AS. Karena banyaknya ritual penyembahan berhala.
ka'bah dan pasukan abrahah

Namun dibalik cerita kisah Abrahah terdapat kisah suku-suku arab mengenai persaingan Ka'bah, persaingan  antara Arab Selatan keturunan Qahthan dan Arab Utara keturunan Adnan: suku-suku Yaman dan sekitarnya ingin melawan dan menyaingi kabilah Quraisy di Mekkah dan sekitarnya.bahkan muncul Dzul Khalasah, adalah bangunan kuil pemujaan berhala yang menyerupai ka'bah di Masjidil Haram. Ka'bah tandingan di kawasan Yaman. Dzul Khalasah disebut Kabah Yamaniyyah sedangkan Kabah di Masjidil Haram dinamakan juga sebagai Kabah as-Syamiyyah”.


dalam Sahih al-Bukhari juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: 



Tidak akan terjadi kiamat sampai wanita-wanita Suku Daus bertawaf mengelilingi Dzhul Khalasah.


Abrahah mendirikan gereja

Sebagai pengalih perhatian orang-orang, ia membangun sebuah gereja megah berlapis emas di kota Shana'a bernama Al-Qullais, untuk menandingi Ka'bah. Untuk mengalihkan kegiatan masyrakat Arab dari Ka'bah menuju gereja yang dibangunnya. tetapi tujuannya tidak tercapai, karena sangat sedikit orang yang datang. Malahan para penduduk Makkah dan Suku-suku di negeri Arab mengecam akan maksud Abrahah.

Mengetahui hal tersebut, dan maksud tujuannya yang tidak tercapai. Abrahah kian bertambah benci terhadap keberadaan Ka'bah dan hal yang berkaitan dengannya. Ia semakin memikirkan untuk mencari cara mengalahkan pamor dari Ka'bah. Bersamaan dengan itu, dalam cerita dikatakan atas kemarahan penduduk Makkah, memicu seseorang dari Bani Kina'nah untuk merugikan Abrahah dengan mengotori gereja yang dibangunnya.


Meledaklah kemarahan Abrahah dengan kekesalan yang memuncak atas kejadian itu. Segera ia perintahkan penyerangan dengan mengerahkan pasukannya.


Penyerangan Ka'bah as-Syamiyyah


Di penghujung Februari 571 M, tepat 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, Sebanyak 6.000 prajurit dan sembilan atau 13 ekor gajah dikerahkan menuju Makkah untuk menyerang dan menghancurkan Ka'bah. Dengan penuh kesombongan ia meminpin pasukannya mengendarai gajah yang paling besar. Rombongan gajah yang dihias dengan kain-kainan dan derap ribuan pasukan membuat bumi seolah terguncang ketika serentak menjejak tanah.

Kabar kedatangan pasukan gajah Abrahah didengar oleh penduduk Makkah. Suasana kota mencekam. Orang-orang Quraisy melarikan diri ke bukit - bukit dan gunung menghindari ancaman yang segera datang. Seketika itu juga susana kota Makkah menjadi hening. Seperti kota mati tak berpenghuni.


Dialog Abrahah dengan Abdul Muthallib

Menuju kota Makkah, pasukan Abrahah merampas harta benda milik penduduk Makkah, diantaranya milik Abdul Muthallib berjumlah 200 ekor unta. Ketika pasukannya mulai mendekati kota, Abrahah memerintahkan bawahannya untuk memanggil pemimpin Makkah yang tidak lain adalah Abdul Muthalib (Kakek Nabi Muhammad SAW) untuk mengadakan pertemuan.

" Aku hanya datang untuk menghancurkan Makkah, terutama Ka'bah. Jangan halangi aku agar tidak terjadi pertumpahan darah." Tukas Abrahah dengan sombong kepada Abdul Muthalib.

"Apa yang engkau inginkan?" Lanjut Abrahah kepada Abdul Muthalib.
"Tentaramu merampok 200 ekor unta milikku. Aku mau unta-unta itu dikembalikan." Jawab Abdul Muthalib.

"Aku kira engkau memintaku agar tidak menghancurkan Ka'bah, tapi ternyata engkau hanya perduli dengan unta-untamu." terkejut Abrahah.

Abrahah seperti mendapat kesempatan mengejek Abdul Muthalib. "Sekarang aku telah salah menilaimu sebagai pemimpin Makkah. Aku sudah menilaimu terlalu tinggi."

Aku Adalah pemilik unta-unta tersebut. Karenanya aku berkewajiban melindunginya, sedangkan Ka'bah milik Allah. Maka Dia pulalah yang akan menjaganya." Jawab Abdul Muthalib.

Mendengar hal itu Abrahah sangat geram. "Dia tidak akan bisa melindunginya dariku." Teriak Abrahah.

"Kita lihat saja." Jawab Abdul Muthalib.

Abrahah kemudian mengembalikan unta-unta milik Abdul Muthalib, sedang Abdul Muthalib segera meminta penduduk Makkah yang masih bertahan di rumah untuk mengungsi ke lereng gunung dan bukit untuk melihat apa yang akan terjadi. Lalu Abrahah kembali kepada pasukannya untuk segera memulai penyerangan menuju Makkah.

Keanehan yang Mulai Terjadi

Setibanya pasukan gajah di Wadi Muhasir (Wilayah yang berada di antara Muzdalifah dan Mina), terjadi sebuah peristiwa aneh. Ketiga belas gajah itu tiba-tiba berhenti, tak mau berjalan lagi. Mereka kemudian duduk diatas padang pasir yang tandus. Sesekali belalai mereka dikibas-kibaskan untuk mengusir debu yang diterbangkan angin.

Gajah-gajah itu tidak mau berjalan menuju Ka'bah. Setiap diperintahkan untuk berjalan ke arah selatan, utara dan timur, hajah-gajah itu bangun menurut bahkan bisa berlari. Namun bila diarahkan ke Ka'bah, gajah-gajah itu duduk dan tidak mau berjalan. Abrahah dan pasukannya heran dibuatnya, merka bingung, tak tahu apa yang terjadi dengan gajah-gajah itu.

Ditengah-tengah kebingungan mereka, tiba-tiba muncul burung yang berbondong-bondong berterbangan diatas pasukan gajah. Jumlahnya sangatlah banyak. Membuat mereka terkesima, kepala mereka mendongak ke langit. Burung-burung itu membentuk laksana besi berpengait (khathathif), dan lekukan tubuhnya seperti bentuk kacang adas (balsan). Dan gerombolan burung itu mengeluarkan suara dengungan yang sangat kencang, membuat pasukan Abrahah menutup telinganya dengan tangan.
وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ(Qs 105:3)
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

Kekalahan yang terjadi pada cerita Abrahah dan pasukannya


Saat pasukan Abrahah masih terkesima, tanpa diduga gerombolan burung itu memuntahkan bebatuan yang terbakar. Abrahah dan pasukannya terkejut, dan kocar-kacir berlarian menghindari muntahan bebatuan yang terbakar itu untuk menyelamatkan diri.
تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍ(Qs 105:4)   
yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

Setiap burung melempar tiga buah batu: satu diparuh, dan dua lagi di kedua kakinya. Bila batu itu mengenai seseorang, tubuh orang itu akan berlubang seperti lubang pada daun yang dimakan ulat. 
 (Qs 105:5) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ
sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Seketika pasukan Abrahah bisa dikatakan hancur, baik yang terkena lemparan batu maupun yang terinjak oleh temannya sendiri. Namun ada beberapa yang berhasil melarikan diri, termasuk Abrahah. Walau dalam keadaan Luka berat dan kelelahan, Abrahah berhasil menyelamatkan diri. Namun sesampainya di Shan'a, ia menderita penyakit aneh, persendiannya lepas satu persatu. Abrahah seperti seekor anak burung yang terbelah dadanya, hingga jantungnya menyembul keluar, lalu tewas.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar hingga terdengar ri Romawi, Persia dan Habasyah. Dunia pun gempar. Mereka heran dengan apa yang terjadi dengan peristiwa yang menimpa Abrahah dan pasukannya. Mereka tak menduga juka Abrahah yang seorang raja yang termasyur dan mempunyai pasukan tak terkalahkan bisa gagal menghancurkan Ka'bah.

Demikian kisah cerita Abrahah yang gagal menaklukkan Makkah dan menghancurkan Ka'bah. Semoga menjadi cerita islami yang inspiratif untuk anak.

REFERENSI CERITA

  1.   The Great History of Muhammad - Ahmad Hatta dkk, Maghfirah pustaka
  2.   Wikipedia
  3.   Al-Quranul Karim