
Dongeng Anak Tentang Raja Emas
Dongeng Tentang Raja Emas

Disebuah negeri, pada masa keemasan raja-raja, hiduplah seorang Raja yang gemar dengan kemegahan dan kemewahan, termasuk dengan sebuah pesta. Suatu ketika ia ingin mengadakan pesta yang sangat meriah, yang berbeda dari sebelumnya.
Pesta yang di adakan Raja begitu sangat meriah. Tamu undangan pun berdatangan dari berbagai penjuru. Namun, lebih istimewa lagi karena Raja mengundang para Dewa dalam pesta tersebut.
Semua makanan dan minuman di hidangkan. Mereka semua bersuka ria. Akhirnya, pesta pun selesai. Semua tamu pulang merasakan suka cita karena pesta tersebut, terlebih seusai pesta, mereka mendapat banyak hadiah yang di berikan oleh Raja. Ketika para tamu mulai pergi meninggalkan ruangan istana, salah satu tamu undangan dari kalangan Dewa yang bernama Banchus datang menghampiri sang Raja.
Dewa Banchus Sebagal hendak mengucapkan rasa terima kasih kepada raja, karena telah bersedia mengundang dalam acara pesta tersebut. Sebagai ucapan terima kasih, Dewa Banchus menawarkan hadiah berupa pengabulan permohonan.
Raja gembira sekali atas hadiah Dewa, ia pun berpikir permintaan apa yang hendak ia mohon kepada Dewa itu. Ia terpikir akan kesenagannya terhadap emas dan keinginannya untuk menjadi lebih kaya.
Kemudian Raja pun meminta, agar semua yang ia sentuh berubah menjadi emas. Dewa Banchus pun mengabulkan permintaan Raja. Kini, semua benda yang ia sentuh akan berubah menjadi emas. Raja sangat senang. la mulai menyentuh benda-benda di sekitarnya. la menyentuh bunga, daun, pohon. Semua yang Raja sentuh telah berubah menjadi emas.
Permintaannya pun dikabulkan oleh Dewa Banchus, dan hal itu mebuat sang Raja bersuka ria, karena sekarang ia menjadi lebih kaya.
Raja sangat terkejut dengan kejadian tersebut, dan sangat kesal dibuatnya. Akhirnya, dengan marah ia menuju kamarnya dan ia memutuskan untuk tidur dengan menahan rasa laparnya.
Keesokkan harinya, Raja terbangun dari tidurnya dengan wajah sayu. Ia terbangun namun tubuhnya merasa lemas karena masih saja menahan lapar. Dalam keparannya, Raja berpikir bagaimana caranya ia dapat makan dengan tidak menyentuh apapun, agar makanan tersebut tidak berubah menjadi emas.
Di saat ia tidak bisa berbuat apa-apa, Raja pun memutuskan untuk mandi agar menyegarkan pikirannya. Namun ketika la menyentuh Sabun, handuk, sikat gigi, dan pakaian yang akan ia pakai. Dirinya lupa dengan kejadian sebelumnya jika menyentuh sesuatu, yang disentuh akan berubah menjadi emas.
Raja begitu kesal karena tidak dapat berbuat apa-apa, ketika hendak makan, semua yang disentuhnya menjadi emas, dan sekarang disaat mandi pun keadaannya juga sama saja. Raja pun keluar dari kamarnya, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan agar meringankan kekesalannya.
Raja menangis melihat Putri kesayangannya mengalami hal yang sama dengan kejadian sebelumnya, dan telah berubah menjadi bongkahan emas yang berbentuk manusia.
Dengan linangan air mata dan penyesalan, Raja memohon kepada Dewa Banchus agar semuanya dikembalikan seperti sedia kala.
Disaat raja selesai memohon, Dewa Banchus pun datang dan tersenyum terhadap raja. ia tahu raja telah menyesal, karenanya ia mengabulkan permintaan Raja tersebut. Keadaanpun kembali lagi seperti semula, termasuk putrinya, Raja sangat bahagia dan segera memeluk Putrinya dengan sangat erat.
Raja mengucapkan rasa terima kasih kepada Dewa Banchus. Sejak saat itu Raja pun sadar dan tidak menjadi orang yang serakah.