
Cerita Legenda Asal Mula Danau Lipan, Muara Kaman
Asal Mula Danau Lipan

Cerita Legenda Asal Mula Danau Lipan, Diwilayah Kalimantan Timur, Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan yang luas dan menyambung dengan pantai yang indah. Pantai yang bersih dan air yang jernih dengan hamparan pasir putih dihisai pohon nyiur berada disepanjang garis pantai.
Kerajaan besar di Benua Lawas
Bagian tepi laut yang bernama Muara Kaman Ulu atau terkenal dengan sebutan Benua Lawas. Dan di Benua lawas tersebutlah legenda rakyat muncul secara turun temurun bersama kerajaan besar yang makmur.
Berada pada lokasi yang strategis, dilalui jalur perdagangan dari berbagai penjuru negeri hingga membuat Bandar yang dimiliki menjadi sangat ramai dikunjungi. Masyarakat Benua lawas juga menjunjung nilai-nilai kebaikan, saling menghargai dan saling tolong bagi sesama. Begitu pula pada tindakan kejahatan, mereka bahu-membahu dalam memberantas setiap terjadi kekacauan, hingga tuntas keakarnya.
Dan salah satu keajaiban negeri Benua Lawas, mempunyai sumur yang bernama sumur Air Berani. Sumur yang tak pernah kering walau dalam masa kemarau yang panjang, dan menjadi sumber air minum kerajaan.
Kerajaan besar Benua Lawas dipimpin oleh seorang putri, bernama Putri Aji Bedarah Putih. Putri dengan wajah cantik jelita dan tubuh yang elok. Bukan tanpa alasan nama tersebut diberikan padanya, hal itu dikarenakan kulitnya yang sangat putih juga sangat bersih, bak putih telur yang matang.
Pinangan Raja daratan Cina
Saat Raja daratan Cina mendengar kabar itu, Ia berniat untuk mempersuntingnya, dan berangkatlah Raja Cina dengan jung-jung besar beserta bala tentaranya ke Benua Lawas.
Sudah menjadi budaya negeri Benua Lawas, bahwa mereka sangat ramah terhadap semua orang dinegerinya terlebih kepada tamu yang datang dan bersifat urusan kerajaan, begitu juga dengan Raja Cina yang disambut Putri Aji dengan ramahnya. Bentuk penghormatan mereka adalah berbagai sajian aneka hidangan khas negeri Benua Lawas, juga berbagai macam pagelaran yang menghibur.
Dalam kesempatan itu, Putri Aji meluangkan waktu bersantap dengan tamu kerajaannya, dengan sengaja putri menilai dan memperhatikan bagaimana kesopanan tamunya ketika makan, tanpa diketahui oleh tamunya tersebut.
sayangnya, Raja Cina mempunyai kebiasaan buruk saat bersantap, ia makan langsung menyesap dari tempat sajian makanan, tidak menggunakan tangannya. Putri menilai bahwa ia makan seperti layaknya anjing ketika makan.
Selesai perjamuan, Raja Cina segera menyampaikan pinangannya, Namun karena putri telah menilai raja Cina dari cara makannya, pinangan Raja Cina ditolak.
"Maafkan kelancanganku wahai Raja penguasa daratan Cina, Tapi bilasaja aku menerima lamaranmu, Betapa hinanya diriku bersanding dengan seseorang yang tak mempunyai kesopanan ketika makan, bagaikan seekor binatang." kata Putri Aji Bedarah Putih menolak.
Perang Terjadi
Mendengar pinangannya ditolak dengan hinaan, Raja Cina sangat tersinggung dan murka karenanya. Tanpa berpamitan pada sang putri, Raja Cina segera kembali ke jungnya berniat menyerang kerajaan sang Putri dan mempersiapkan pasukannya.
Singkat cerita, Perang antara pasukan daratan Cina yang digambarkan bagai gelombang pasang melawan bala tentara Putri Aji Bedarah Putih, begitu dahsyat dan tak terhindarkan.
Pasukan Raja Cina adalah pasukan yang memang terdidik dan terlatih untuk berperang, terlebih persenjataan mereka lengkap. tentara Putri Aji Bedarah Putih siap menghadang serangan pasukan raja Cina.
Namun tentara Putri Aji tak sebanding dengan pasukan Raja Cina yang begitu kuat, tentara Putri Aji Bedarah Putih tidak dapat menanggulangi serangan tersebut. Akibatnya Pasukan sang Putri berguguran di medan perang.
Saat itu Putri hampir putus asa. la pun segera berdoa memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ketika Selesai memanjatkan doa, Putri segera makan sirih seraya berucap, "Kalau benar adanya aku ini keturunan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini menjadi lipan-lipan sebagai pasukanku yang dapat mengalahkan."
"Hancurkanlah yang menjadi musuhku."Perintah sang putri pada ribuan lipan dihadapannya. Atas perintah putri kemudian Lipan-lipan maju menyerang pasukan Cina yang kala itu mengamuk dahsyat.
satu demi satu, pasukan Cina daratan dapat dikalahkan oleh ribuan Lipan. Mereka kocar-kacir lari menyelamatkan diri.
Raja Cina memerintahkan pasukannya mundur ke jung. Belum sempat mereka pergi, lipan-lipan terus mengejar kedalam jung. Raja dan segenap balatentara Cina tak dapat melawan dan akhirnya tewas. Jung mereka pun tenggelam ke dasar lautan.
Namun kejadian yang mencengangkan penduduk Benua Lawas, ketika tewasnya Raja Cina bersamaan dengan itu, Putri Aji Bedarah Putih hilang secara misterius. Ditambah juga lenyapnya Sumur Alr Berani, tanpa meninggalkan bekas.
Timbulnya Danau Lipan
Laut dimana jung Raja Cina tewas dan ditenggelamkan oleh ribuan lipan, kemudian mendangkal menjadi suatu daratan, berbentuk cekungan menjadi padang luas kemudian lambat laun terisi air yang kemudian disebut dengan nama Danau Lipan.
Danau Lipan masuk dalam wilayah Muara Kaman, provinsi Kalimantan Timur yang saat ini adalah obyek wisata yang dapat kita kunjungi setiap waktu.