Dongeng Tentang Telur, Wortel Dan Kopi

Dongeng Tentang Telur, Wortel Dan Kopi

Disebuah Pinggiran kota, terdapat seorang anak gadis yang selalu hidup susah, dia selalu saja merasa kekurangan. Anak gadis itu tidaklah malas namun selalu saja mengeluh setiap kali merasakan kesulitan, baik sesuatu yang sedang dikerjakannya maupun dijalaninya.

 

Dongeng Tentang Telur, Wortel Dan Kopi
 

Berbeda dengan ayahnya, walaupun hidupnya tidaklah bisa dikatakan mewah, namun sang ayah merasa hidupnya selalu berkecukupan.

Suatu hari, anak gadis tersebut mengunjungi ayahnya, yang memang sudah lama berpisah rumah. Semenjak anak gadis itu memutuskan untuk hidup mandiri dan menyewa tempat tinggal sendiri.


seorang ayah yang kebetulan koki, segera memasak tiga panci dengan isi masing-masing berbeda, yaitu: wortel, telur, dan kopi. Hal ini dilakukan ketika anak perempuannya mengeluh betapa berat kehidupan yang dialaminya.


Melihat apa yang dilakukan ayahnya, anak itu menunggu dengan heran. Tidak lama kemudian, sang ayah mematikan kompor. Wortel dan telur diletakkan ditempat terpisah, kopi dituang ke dalam sebuah cangkir, lalu diberi sedikit gula.


Sang anak diperintah untuk merasakan wortel rebus. Wortel itu semula kuat, keras, dan tegar, ternyata setelah dimasak dalam air mendidih, menjadi lembut dan lemah. Telur yang semula rapuh, hanya memiliki kulit luar tipis untuk melindungi cairan yang ada di dalamnya, setelah direbus temyata kulitnya menjadi keras dan cairannya memadat. Dan biji-bijian kopi ternyata mampu mengubah air tawar menjadi sesuatu yang harum dan nikmat.


Dari watak ketiga benda itu, yang manakah yang hendak kau pilih menjadi watakmu, anakku sayang? Ketika penderitaan mengusik hidupmu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau seorang wortel, telur, atau kopi tanya sang ayah.

 

Pembelajaran

Pesan Moral dari cerita diatas adalah, janganlah menjadi anak yang suka berkeluh kesah, karena setiap saat pula yang dirasakan adalah kesulitan dan kekurangan. Jadilah seperti kopi dan telur yang tegar ketika ditempa cobaan, dan bermanfaat pada akhirnya.