Dongeng Anak Fabel Tentang Ayam dan Musang
4 minute read
0
Ayam dan Musang
Dongeng Fabel untuk anak menceritakan tentang Ayam dan Musang dalam sebuah hutan yang lebat, dikisahkan pada suatu hari langit tampak mendung dan menghitam.
Akhirnya hujan turun dengan Gerimis membasahi dedaunan dan membuat suara gemericik. Angin pun berhembus agak kencang seolah akan terjadi hujan lebat.
Disebuah goa kecil yang berada di sisi tebing yang curam, tinggallah seekor ayam betina didalamnya, ayam itu mendiami gua untuk mengerami telurnya, yang diramalkan oleh nenek dukun ayam, telur tersebut tidak lama lagi akan menetas.
Ramalan nenek dukun ayam tersebut sangat membuat induk ayam bahagia, karena Sang induk ayam memang sangat menyayangi bakal anak-anaknya tersebut.
Tidak jauh dari gua si ayam betina, tampak seekor musang yang mencoba mendekati goa tempat tinggal si ayam betina dengan maksud sesuatu.
Tampaknya dia sudah paham betul tempat tinggal si ayam dan dia yakin kalau sijago tidak ada di rumah kalau sore-sore seperti ini. Musang pun mulai mengendap-endap agar keberadaannya di gua itu tidak di ketahui si ayam betina.
Sesampai di depan mulut goa yaitu di bawah tebing, Musang terhenti. Nampaknya dia sedang berfikir, karena jalan menuju goa tidak semudah yang ia bayangkan, apalagi saat itu suasana sedang hujan,
si musang mencoba menaiki sebuah batu besar yang memang satu-satunya jalan untuk menuju mulut goa tersebut, sayangnya musang tidak bisa memanjat batu itu, ditambah licinnya pijakan pada batu karena basah. Memang untuk keluar masuk goa si ayam tidak memanjat seperti apa yang dilalukan musang, ayam biasanya menggunakan tangga, setelah itu langsung ia sembunyikan.
Musang kehabisan akal untuk memasuki gua tanpa diketahui siapapun, termasuk induk ayam betina. Namun ia mempunyai akal lain yang licik untuk mengelabui si ayam. lalu musang pun berteriak "Hai ayam, aku membawa pesan penting dari Tuan Singa, keluarlah" pinta si musang.
Ia melakukan itu hanya ingin tahu, dengan cara apa ayam itu dapat keluar masuk gua dengan mudah dan memancing ayam untuk keluar.
Ayam betina mengetahui bahwa musang adalah binatang yang licik dan ia sadar saat ini musang sedang mengincarnya, terlebih ia mempunyai telur-telur yang sedang dierami untuk dijadikan makanannya, ayam pun mempersiapkan sesuatu.
"Hai musang...kamulah yang naik kesini, karena aku tak bisa keluar... tunggulah sebentar, akan kuturunkan tangga untukmu, agar kamu bisa naik kedalam gua. " Jawab ayam betina dari dalam gua.
"Baiklah.." Jawab Musang dari luar gua.
Oooo..ternyata si ayam menggunakan tangga untuk keluar masuk gua, gumam si musang. Ia pun senang strateginya berhasil.
Namun si ayam berkata lagi kemudian, "Hai musang, aku juga ada pesan dari serigala sahabatku, dia punya sesuatu untuk kamu...tunggu sebentar, akan kupanggilkan serigala...serigala... serigala...cepatlah kesinil! Ini ada si Musang kebetulan datang! Cepatlah kemari Serigala!" Ayam betina sengaja mengeraskan suaranya memanggil serigala, agar musang dapat mendengarnya.
Musang yang mendengar si ayam betina berteriak memanggil-manggil Serigala, Nyali Si musang langsung ciut dan ia pun berfikir "Wah ternyata ada serigala didalam sana, dan ternyata dia sahabat serigala yang menjadi musuhku, Bahaya nih, dari dulu aku selalu babak belur dibuatnya! Sebaiknya aku pergi saja!". Musang yang mendegar ayam betina memanggil serigala tanpa basa-basi segera mengambil langkah seribu untuk lari meninggalkan kediaman induk ayam, ia melupakan segala rencananya.
Akhirnya si ayam dan telur-telurnya terhindar dari rencana licik si musang yang hendak memangsanya.
"Kamu yang hewan pemangsa saja takut, apalagi aku?, aku pasti sudah ketakutan dan lari kalau memang benar ada serigala disini, ahihihi" tawa induk ayam sambil membetulkan posisi duduknya mengerami telur-telur kesayanganya.
Tak beberapa lama, benar saja perkiraan nenek dukun ayam. Telur-telur tersebut mulai menetas dan bersamaan dengan itu ayam jago pulang dari mencari makanan dihutan.
Dia membawa banyak sekali makanan untuk keluarganya. Mereka pun hidup bahagia dengan kehadiran anggota keluarga yang baru, sepuluh anak ayam telah menetas dan membuat hangat suasana di goa terpencil itu.
Pesan Moral Dongeng Fabel Ayam dan Musang adalah: Janganlah suka berbohong kepada siapapun karena bohong itu perbuatan dosa dan tercela, apalagi jika berbohong untuk sebuah tindak kejahatan, karena akibatnya cepat atau lambat yang melakukan kebuhongan dan kejahatan akan menemui petaka.
Hendaknya kita saling menyayangi dan kasih mengasihi sesama makhluk Tuhan, karena itu adalah perbuatan mulia.
Dongeng Fabel untuk anak menceritakan tentang Ayam dan Musang dalam sebuah hutan yang lebat, dikisahkan pada suatu hari langit tampak mendung dan menghitam.
Akhirnya hujan turun dengan Gerimis membasahi dedaunan dan membuat suara gemericik. Angin pun berhembus agak kencang seolah akan terjadi hujan lebat.
Disebuah goa kecil yang berada di sisi tebing yang curam, tinggallah seekor ayam betina didalamnya, ayam itu mendiami gua untuk mengerami telurnya, yang diramalkan oleh nenek dukun ayam, telur tersebut tidak lama lagi akan menetas.
Ramalan nenek dukun ayam tersebut sangat membuat induk ayam bahagia, karena Sang induk ayam memang sangat menyayangi bakal anak-anaknya tersebut.
Tidak jauh dari gua si ayam betina, tampak seekor musang yang mencoba mendekati goa tempat tinggal si ayam betina dengan maksud sesuatu.
Tampaknya dia sudah paham betul tempat tinggal si ayam dan dia yakin kalau sijago tidak ada di rumah kalau sore-sore seperti ini. Musang pun mulai mengendap-endap agar keberadaannya di gua itu tidak di ketahui si ayam betina.
Sesampai di depan mulut goa yaitu di bawah tebing, Musang terhenti. Nampaknya dia sedang berfikir, karena jalan menuju goa tidak semudah yang ia bayangkan, apalagi saat itu suasana sedang hujan,
si musang mencoba menaiki sebuah batu besar yang memang satu-satunya jalan untuk menuju mulut goa tersebut, sayangnya musang tidak bisa memanjat batu itu, ditambah licinnya pijakan pada batu karena basah. Memang untuk keluar masuk goa si ayam tidak memanjat seperti apa yang dilalukan musang, ayam biasanya menggunakan tangga, setelah itu langsung ia sembunyikan.
Musang kehabisan akal untuk memasuki gua tanpa diketahui siapapun, termasuk induk ayam betina. Namun ia mempunyai akal lain yang licik untuk mengelabui si ayam. lalu musang pun berteriak "Hai ayam, aku membawa pesan penting dari Tuan Singa, keluarlah" pinta si musang.
Ia melakukan itu hanya ingin tahu, dengan cara apa ayam itu dapat keluar masuk gua dengan mudah dan memancing ayam untuk keluar.
Ayam betina mengetahui bahwa musang adalah binatang yang licik dan ia sadar saat ini musang sedang mengincarnya, terlebih ia mempunyai telur-telur yang sedang dierami untuk dijadikan makanannya, ayam pun mempersiapkan sesuatu.
"Hai musang...kamulah yang naik kesini, karena aku tak bisa keluar... tunggulah sebentar, akan kuturunkan tangga untukmu, agar kamu bisa naik kedalam gua. " Jawab ayam betina dari dalam gua.
"Baiklah.." Jawab Musang dari luar gua.
Oooo..ternyata si ayam menggunakan tangga untuk keluar masuk gua, gumam si musang. Ia pun senang strateginya berhasil.
Namun si ayam berkata lagi kemudian, "Hai musang, aku juga ada pesan dari serigala sahabatku, dia punya sesuatu untuk kamu...tunggu sebentar, akan kupanggilkan serigala...serigala... serigala...cepatlah kesinil! Ini ada si Musang kebetulan datang! Cepatlah kemari Serigala!" Ayam betina sengaja mengeraskan suaranya memanggil serigala, agar musang dapat mendengarnya.
Musang yang mendengar si ayam betina berteriak memanggil-manggil Serigala, Nyali Si musang langsung ciut dan ia pun berfikir "Wah ternyata ada serigala didalam sana, dan ternyata dia sahabat serigala yang menjadi musuhku, Bahaya nih, dari dulu aku selalu babak belur dibuatnya! Sebaiknya aku pergi saja!". Musang yang mendegar ayam betina memanggil serigala tanpa basa-basi segera mengambil langkah seribu untuk lari meninggalkan kediaman induk ayam, ia melupakan segala rencananya.
Akhirnya si ayam dan telur-telurnya terhindar dari rencana licik si musang yang hendak memangsanya.
"Kamu yang hewan pemangsa saja takut, apalagi aku?, aku pasti sudah ketakutan dan lari kalau memang benar ada serigala disini, ahihihi" tawa induk ayam sambil membetulkan posisi duduknya mengerami telur-telur kesayanganya.
Tak beberapa lama, benar saja perkiraan nenek dukun ayam. Telur-telur tersebut mulai menetas dan bersamaan dengan itu ayam jago pulang dari mencari makanan dihutan.
Dia membawa banyak sekali makanan untuk keluarganya. Mereka pun hidup bahagia dengan kehadiran anggota keluarga yang baru, sepuluh anak ayam telah menetas dan membuat hangat suasana di goa terpencil itu.
Pesan Moral Dongeng Fabel Ayam dan Musang adalah: Janganlah suka berbohong kepada siapapun karena bohong itu perbuatan dosa dan tercela, apalagi jika berbohong untuk sebuah tindak kejahatan, karena akibatnya cepat atau lambat yang melakukan kebuhongan dan kejahatan akan menemui petaka.
Hendaknya kita saling menyayangi dan kasih mengasihi sesama makhluk Tuhan, karena itu adalah perbuatan mulia.