
Dongeng Anak Kisah Para Kepiting Melawan Ombak
2 minute read
0
Dongeng anak tentang para kepiting yang melawan ombak dilautan karena terganggu oleh suara-suara omabk yang saling berkejaran.
"Apa yang harus kita lakukan pada ombak-ombak itu? Ombak-ombak itu berlarian dengan bernyayi yang sangat keras, hingga menganggu tidur kita" kata salah satu kepiting.
"Kita harus memerangi ombak-ombak itu agar mereka jera." kata seekor kepiting tua.
Kepiting lainnya setuju dengan usul kepiting tua. Mereka memutuskan agar semua kepiting jantan bersiap-siap untuk berperang melawan ombak.
Esoknya, para kepiting jantan bersiap-siap dipantai. Mereka bertemu udang laut. "Apa yang akan kalian lakukan, teman-temanku?" tanya udang.
"Kami akan memerangi ombak" jawab kepiting Udang tertawa keras. "Menghadapi ombak yang perkasa itu kalian tak akan mempunyai kesempatan untuk menang" kata udang.
Kepiting marah dan menjepit udang dengan capitnya. Dengan capitan kepiting yang keras membuat udang tak bisa melakukan apa-apa, akhirnya ia berjanji untuk membantu para kepiting agar bisa dilepaskan, barulah ia dilepaskan. Para kepiting dan udang bersiap-siap. Saat ombak besar datang, udang melihatnya. Tetapi, para kepiting lengah.
Udang berlari sambil berteriak, "Awas! Ombak besar datang!"
Ombak besar menghantam dan membunuh semua kepiting jantan itu. Para istri kepiting dirumah merasa khawatir. Mereka pergi ke pantai untuk melihat suami mereka. Tapi, mereka juga mati oleh ombak besar yang datang kembali menggulung mereka.
Sampai sekarang, banyak kepiting yang tinggal di pantai. Mereka seperti berkejar-kejaran dengan ombak.
Pelajaran dari Dongeng anak diatas :
Jangan melawan sesuatu yang tidak bisa kamu lawan. mengalah terkadang diperlukan untuk mengukur kemampuan sendiri. Mengalah itu lebih baik daripada harus nnelakukan kekerasan. Mengalah bukan berarti kalah.

Pertempuran Bangsa Kepiting
Pada suatu hari, bangsa kepiting mengadakan sebuah pertemuan untuk membahas sesuatu mengenai ombak-ombak dilautan. Mereka resah terhadap suara yang dihasilkan oleh deburan-deburan ombak itu."Apa yang harus kita lakukan pada ombak-ombak itu? Ombak-ombak itu berlarian dengan bernyayi yang sangat keras, hingga menganggu tidur kita" kata salah satu kepiting.
"Kita harus memerangi ombak-ombak itu agar mereka jera." kata seekor kepiting tua.
Kepiting lainnya setuju dengan usul kepiting tua. Mereka memutuskan agar semua kepiting jantan bersiap-siap untuk berperang melawan ombak.
Esoknya, para kepiting jantan bersiap-siap dipantai. Mereka bertemu udang laut. "Apa yang akan kalian lakukan, teman-temanku?" tanya udang.
"Kami akan memerangi ombak" jawab kepiting Udang tertawa keras. "Menghadapi ombak yang perkasa itu kalian tak akan mempunyai kesempatan untuk menang" kata udang.
Kepiting marah dan menjepit udang dengan capitnya. Dengan capitan kepiting yang keras membuat udang tak bisa melakukan apa-apa, akhirnya ia berjanji untuk membantu para kepiting agar bisa dilepaskan, barulah ia dilepaskan. Para kepiting dan udang bersiap-siap. Saat ombak besar datang, udang melihatnya. Tetapi, para kepiting lengah.
Udang berlari sambil berteriak, "Awas! Ombak besar datang!"
Ombak besar menghantam dan membunuh semua kepiting jantan itu. Para istri kepiting dirumah merasa khawatir. Mereka pergi ke pantai untuk melihat suami mereka. Tapi, mereka juga mati oleh ombak besar yang datang kembali menggulung mereka.
Sampai sekarang, banyak kepiting yang tinggal di pantai. Mereka seperti berkejar-kejaran dengan ombak.
Pelajaran dari Dongeng anak diatas :
Jangan melawan sesuatu yang tidak bisa kamu lawan. mengalah terkadang diperlukan untuk mengukur kemampuan sendiri. Mengalah itu lebih baik daripada harus nnelakukan kekerasan. Mengalah bukan berarti kalah.