
Bacaan Sholawat Nabi Hidlir as - Arab dan Latin
2 minute read
0
SHOLAWAT NABI HIDLIR AS
Nabi Muhammad adalah kekasih Allah SWT, dunia dan seisinya diciptakan oleh Allah karena keberadaan beliau. Maka sepatutnya atas kemuliaan Nabi Muhammad yang setinggi itu disisi Allah, kita sebagai umatnya ber sholawat atasnya sebagai tanda kecintaan kita terhadapnya.

Seberapa pentingkah sholawat itu? Bukankah sholawat itu merupakan salah satu sebab diturunkannya rahmat Allah, dipenuhinya segala hajat, diampuninya dosa-dosa dan diangkatnya derajat seseorang?
Bila ibadah sholat kita lalai dan tidaklah khusyuk, apakah bisa menjadi jaminan diterima oleh Allah? Berbeda dengan sholawat, karena satu kali kita bersholawat langsung dijawab oleh Allah dan dibalas sebanyak 10 kali lipat.
Nabi Khidlir/Hidlir
Dalam kisah perjalanan Nabi Musa, beliau menginginkan untuk menjadikan Nabi Hidlir sebagai gurunya. Kisah ini diceritakan Allah dalam Surat al-Kahfi mulai dari ayat 60 sampai ayat 82, yang meriwayatkanNabi Musa AS. dalam mencari ilmu yang akhirnya beliau bertemu dengan Nabiyullah Hidlir AS."Musa berkata kepada Hidlir : "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS Al Kahfi: 66)
Sholawat nabi Hidlir As, merupakan salah satu sholawat yang banyak fungsinya, Insya Alloh membawa berkah dalam kehidupan baik secara material maupun srititual.
Berikut Teks bacaan sholawat Nabi Hidlir as,
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ وَأٰلِهِ كَمَا لَا نِـهَايَـةَ لِـكَمَالِكَ وَعَدَدَ كَمَالِهِ
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SYAIYIDINA MUHAMMADIN WA AALIHI KAMALA NIHAYATA LIKAMALIKA WA’ADADA KAMAALIHI
Sholawat Hidlir hendaknya dibaca setiap selesai sholat fardlu, tanpa ada batas dan bilangan tertentu. Insya Alloh akan dimudahkan seluruh kesulitannya, dilancarkan rizkinya, disehatkan sakitnya dan Insya Alloh berkah.
Bagi yang hendak mengamalkannya bisa langsung membacanya, karena Sholawat ini tidak memerlukan Mursyid, karena diajarkan langsung oleh kanjeng Rasul Muhammad