Dongeng Anak Tentang Monyet dan Unta Peniru
2 minute read
0
Dongeng kali ini mengisahkan Hewan-hewan yang berada dihutan nan lebat, hutan tersebut dikuasai oleh Singa sang raja hutan. Mereka hidup dalam keadaan damai dan penuh keceriaan.
Sang Monyet sangat mahir menari, tariannya begitu indah gemulai dan serasi sehingga semua hewan yang hadir menjadi senang dan gembira melihatnya.
Namun ada seekor unta yang hadir menjadi iri hati karena Pujian yang didapatkan oleh sang Monyet.
Unta pun kemudian maju kedepan mendekati panggung tempat monyet menari, karena tubuhnya yang besar ia menerobos berdesakan diantara hewan-hewan yang lain.
Unta begitu yakin bahwa ia mampu menari seperti apa yang dilakukan oleh sang monyet diatas panggung, bahkan ia merasa mampu mengungguli keindahan tarian monyet.
sang Unta mulai menari dengan mengangkat kaki depannya. Tapi karena tubuhnya yang sangat besar itu membuat dirinya kelihatan konyol saat ia mengerak-gerakkan kakinya ke depan dan memutar-mutarkan lehernya yang kaku dan panjang. Selain itu gerakan kakinya yang besar sangatlah tidak harmonis antara yang depan dan belakang, karena sulitnya ia menjaga kakinya yang besar untuk selalu terangkat keatas.
Disaat ia mulai kesulitan menjaga kakinya untuk tetap seimbang, oleng hingga salah satu tapak kakinya hampir saja mengenai hidung sang raja hutan yang duduk santai diatas singgasana panggung.
Hewan yang lain melihat kejadian tersebut, merasa kesal dan jengkel dibuatnya. mereka berteriak-teriak meminta si unta untuk turun dari panggung.
Namun unta masih mencoba untuk menari, karena keyakinan dirinya yang mampu mengalahkan tarian monyet. Ia tak sadar bahwa keadaan dirinya lain dari apa yang diharapkan, bahkan tak sadar malah membuat hewan-hewan yang lain merasa kesal melihatnya.
Akhirnya sang unta diusir keluar beramai-ramai hingga sampai ke padang gurun. Ia pun dilarang masuk kembali kedalam hutan.
Pembelajaran dari kisah dongeng monyet dan unta peniru diatas adalah setiap diri mempunyai kelebihan masing-masing yang belum tentu yang lain mampu melakukannya, namun tentu saja juga memiliki kekurangannya sendiri.
Janganlah merasa iri hati, atas kemampuan yang lain karena kalian mempunyai kemampuan sendiri yang belum tentu yang lain mampu melakukannya.
Dongeng Monyet dan Unta Peniru
Pada Hutan yang sangat lebat terdapat suatu perayaan besar. Diadakan untuk menghormati Singa sang Raja Hutan, seekor monyet diminta untuk menari di depan hewan yang hadir pada perayaan itu.Sang Monyet sangat mahir menari, tariannya begitu indah gemulai dan serasi sehingga semua hewan yang hadir menjadi senang dan gembira melihatnya.
Namun ada seekor unta yang hadir menjadi iri hati karena Pujian yang didapatkan oleh sang Monyet.
Unta pun kemudian maju kedepan mendekati panggung tempat monyet menari, karena tubuhnya yang besar ia menerobos berdesakan diantara hewan-hewan yang lain.
Unta begitu yakin bahwa ia mampu menari seperti apa yang dilakukan oleh sang monyet diatas panggung, bahkan ia merasa mampu mengungguli keindahan tarian monyet.
sang Unta mulai menari dengan mengangkat kaki depannya. Tapi karena tubuhnya yang sangat besar itu membuat dirinya kelihatan konyol saat ia mengerak-gerakkan kakinya ke depan dan memutar-mutarkan lehernya yang kaku dan panjang. Selain itu gerakan kakinya yang besar sangatlah tidak harmonis antara yang depan dan belakang, karena sulitnya ia menjaga kakinya yang besar untuk selalu terangkat keatas.
Disaat ia mulai kesulitan menjaga kakinya untuk tetap seimbang, oleng hingga salah satu tapak kakinya hampir saja mengenai hidung sang raja hutan yang duduk santai diatas singgasana panggung.
Hewan yang lain melihat kejadian tersebut, merasa kesal dan jengkel dibuatnya. mereka berteriak-teriak meminta si unta untuk turun dari panggung.
Namun unta masih mencoba untuk menari, karena keyakinan dirinya yang mampu mengalahkan tarian monyet. Ia tak sadar bahwa keadaan dirinya lain dari apa yang diharapkan, bahkan tak sadar malah membuat hewan-hewan yang lain merasa kesal melihatnya.
Akhirnya sang unta diusir keluar beramai-ramai hingga sampai ke padang gurun. Ia pun dilarang masuk kembali kedalam hutan.
Pembelajaran dari kisah dongeng monyet dan unta peniru diatas adalah setiap diri mempunyai kelebihan masing-masing yang belum tentu yang lain mampu melakukannya, namun tentu saja juga memiliki kekurangannya sendiri.
Janganlah merasa iri hati, atas kemampuan yang lain karena kalian mempunyai kemampuan sendiri yang belum tentu yang lain mampu melakukannya.