Peperangan Pada Masa Rasulullah Untuk Menegakkan Islam

Peperangan Pada Masa Rasulullah Untuk Menegakkan Islam

Peperangan Pada Masa Rasulullah Untuk Menegakkan Islam

Sesungguhnya Islam mengajarkan kasih sayang dan perdamaian pada segenap umat manusia, tanpa memandang warna kulit dan agama. Oleh karenanya tatkala Kaum Muslim pada masa awal kemunculan Islam diperlakukan sewenang-wenang oleh Kaum Kafir, Nabi Muhammad saw. tidak mengadakan pembalasan.

Beberapa waktu lamanya, Nabi menunggu petunjuk dari Allah SWT untuk mengatasi masalah itu. Baru setelah turun firman Allah yang mengatakan, bahwa Kaum Muslim boleh "membela diri", Nabi memutuskan mengadakan serangan balasan setiap kali diserang.

Peperangan pun tidak bisa dihindarkan pada masa-masa awal penyebaran agama Islam. Peperangan yang diputuskan oleh Nabi saw. itu sendiri, tidak lebih dari sekadar untuk menegakkan agama Allah SWT dan mempertahankan diri.

Perang-perang pada masa Nabi Muhammad saw

Perang-perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad saw. sebagai berikut :

Perang Badar

Setelah Rasulullah saw hijrah ke Kota Madinah, Islam semakin banyak pemeluknya, tidak kecuali dari bangsa Yahudi yang jumlahnya mayoritas di kota itu. Kenyataan tersebut menimbulkan gerakan anti Islam di kalangan Yahudi, terlebih lagi setelah Allah SWT memerintahkan berkiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah. Sekalipun demikian Rasulullah melayani kaum Yahudi dengan ramah, dan lemah-lembut. Bahkan Nabi membuat perjanjian dengan mereka yang isinya :

[a] Orang Yahudi dan orang Islam hidup berdampingan sebagai Suatu bangsa.

[b] Masing-masing bebas menjalankan agama yang diyakininya, dan tidak boleh mengganggu agama orang lain.

[c] Jika salah satu pihak diserang musuh, maka pihak yang lain harus memberikan bantuan.

[d] Apabila kota Madinah mendapat serangan, maka orang-orang Islam dan Yahudi harus bahu-membahu mempertahankannya.

[e] Jika di antara kedua belah pihak terjadi perselisihan, maka Nabi yang akan mengadilinya.

Beberapa waktu setelah perjanjian itu ditandatangani, orang-orang Yahudi yang anti Islam melanggarnya dengan mengadakan hasutan untuk mengusir umat Islam. Ketika itu, kaum kafir Quraisy di Mekah telah bersiap-siap pula menyerang umat Islam dengan kekuatan besar. Rasulullah saw. merasa sulit menghadapi masalah ini, karena selama ini Nabi dan orang orang Islam diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghindari peperangan dengan berhijrah (pindah). Pada saat itulah turun wahyu yang memerintahkan agar orang-orang Islam membalas menyerang apabila diserang.

Akhirnya peperangan antara  umat Islam dan kaum kafir tak terelakkan. Perang yang pertama ini terjadi pada 17 Ramadhan, tahun kedua Hijriyah. Meletus di daerah Badar yang terletak antara Kota Mekah dan Kota Madinah. Tentara Islam yang hanya berjumlah 313 orang berhadapan dengan kaum kafir Quraisy vang berjumlah 1.000 orang

Melihat jumlah tentara lawan yang tiga kali lipat lebih besar, Rasulullah berdoa, "Yaa Allah, menangkanlah pasukan hambaMu. Bila umat yang kecil ini binasa, maka akan jayalah agama berhala, dan di muka bumi ini tidak akan ada orang yang menyembah-Mu."

Ketika itulah turun wahyu yang memerintahkan agar Nabi mengerahkan orang-orang mukmin untuk bertempur. Allah memberi jaminan bahwa 20 orang mukmin yang Sabar akan dapat mengalahkan 200 orang musuh, dan seratus orang mukmin akan dapat membinasakan 1.000 orang kafir, sebab orang kafir tidak memiliki pegangan yang teguh.

Nabi segera mengambil segenggam pasir, lalu melemparkannya ke arah musuh sebagai isyarat perintah menyerang. Sesaat kemudian, orang-orang mukmin melakukan penyerangan dengan memekik. "Ahad. Ahad, Ahad."Pada saat itulah angin berhembus kencang. menerbangkan dębu-debu ke arah musuh. keadaan ini sangat membantu Kaum Muslimin, dan kemenangan yang dijanjikan Allah menjadi kenyataan.

Dalam perang ini tentara Isłam hanya 14 orang yang syahid. Sedangkan pihak kafir 70 orang tewas termasuk tokoh-tokohnya seperti Abu Jahal bin Hisyam (Panglima). Uthbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabi'ah, dan Umaiyah bin Shift.

Perang Uhud

Perang ini pecah akibat dendam dari Kaum Kafir Quraisy atas kekalahan mereka dalam Perang Badar. Mereka mengerahkan 3.000 tentara, sedangkan Kaum Muslimin hanya mempunyai 1000 prajurit. Itu pun kemudian berkurang. karena orang-orang munafik yang sebanyak 300 akhirnya mengundurkan diri oleh pengaruh orang-orang Yahudi.

Rasulullah saw. menempatkan pasukan muslimin di Bukit Uhud, sedangkan sebelah kirinya terdapat Bukit Ainain.

Kemudian 50 prajurit di bawah pimpinan Ibnu Jubair diperintahkan menjaga celah bukit dari belakang dan dilarang meninggalkan tempat itu, apa pun yang akan terjadi,

Melihat posisi Kaum Muslimin tersebut, pasukan Kafir Quraisy mengadakan serangan dengan formasi berbentuk bulan sabit, setengah lingkaran. Serangan mereka dapat dipatahkan. Belasan pasukan Kafir Quraisy berguguran, sedangkan lainnya meninggalkan medan, Keadaan ini membuat pasukan pimpinan Ibnu Jubair terpancing untuk turut mengadakan pengejaran dengan harapan dapat memperoleh harta yang ditinggalkan musuh.

Sebagian pasukan Kaum Kafir yang mengetahui tempat Ibu Zubair dan pasukannya telah kosong, segera memanfaatkannya untuk melakukan serangan balik. Akibatnya dalam pertempuran ini umat Islam menderita kerugian. 70 orang tewas, sedangkan di pihak kafir hanya 25 orang yang tewas. Kekalahan ini menginsafkan mereka, bahwa melanggar dan mengabaikan perintah Nabi akan mendatangkan kerugian.

Perang Ghatafan

Pecah pada tahun ketiga Hijrah. Dalam perang ini terjadi peristiwa besar, yakni pada waktu Nabi beristirahat seorang diri, muncullah seorang kafir bernama Du'tsur secara diam-diam seraya menghunuskan pedangnya.

"Siapakah yang akan melindungimu, hai Muhammad? olok Du'tsur penuh kebencian.

Dengan tenang, Nabi menjawab. "Allah Ta'ala."

Seketika Du'tsur gemetar. Pedangnya yang sudah terhunus di leher Nabi terjatuh. Lalu Nabi mengambilnya, sesaat kemudian menghunuskannya kepada Du'tsur sambil bertanya:

"Siapakah yang dapat melindungimu dariku?"

"Tidak ada," Du'tsur ketakutan

Nabi memaafkannya. Akhirnya Du'tsur masuk Islam dan mengajak kaumnya memeluk Islam.

Perang Khandaq/Ahzab

Terjadi pada tahun kelima Hijrah. Perang ini berawal dari tingkah Kaum Yahudi yang melanggar perjanjian perdamaian dengan umat 1slam. Mereka bergabung dengan Kaum Kafir Quraisy, Jumlah pasukan musuh seluruhnya nencapai 10.000 prajurit. Sedangkan Nabi hanya dapat mengumpulkan sebanyak 2,000 prajurit muslim. Sesuai dengan saran Salman Al Farisi, Pasukan Muslim menggali parit untuk lobang perlindungan,

Sekalipun jumlah musuh lima kali lipat lebih besar, namun berkat pertolongan Allah SWT Pasukan Muslim dapat memenangkan peperangan. Dalam peperangan ini, 700 orang lelaki Bani Kuraizah dihukum bunuh oleh tentara Muslim karena dosa mereka yang besar sekali. Riwayat bangsa Yahudi di Madinah berakhir pula, karena kaum mereka yang masih hidup pindah ke Siria dan Khaibar.

Perang Khaibar

Terjadi pada tahun ketujuh Hijrah. Meletus di Kota Khaibar Pasukan Muslim berjumlah 1.600 prajurit yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw. berhasil mengepung orang-orang Yahudi selama enam hari. Dan pada hari ketujuh, mereka dapat ditaklukkan.

Perang Mu'tah

Terjadi pada tahun kedelapan Hijrah. Ketika Pasukan Muslim yang berjumlah 3.000 orang memasuki Kota Mu'tah, dihadang oleh 200.000 prajurit Romawi. Pertempuran dahsyat pun tak terelakkan.
Dalam peperangan ini, Pasukan Muslim kehilangan prajurit-prajurit terbaik. Zaid bin Haritsah yang ditunjuk sebagai Panglima gugur. Lalu digantikan oleh Jafar bin Abi Thalib, yang akhirnya juga terbunuh. Penggantinya, Abdullah bin Rawahah terbunuh pula, Terakhir Pasukan Muslim dipimpin oleh Khalid bin Walid. Berkat pertolongan Allah Swt, perang dapat mereka menangkan.

Perang Hunain

Terjadi pada tahun kedelapan Hijrah. Peperangan ini meletus di pegunungan Hunain. Rasulullah saw. berhasil mengumpulkan 12.000 prajurit. Sedemikian banyaknya jumlah prajurit Pasukan Muslim, sehingga sebagaian kecil menyombongkan diri bahwa kemenangah pasti akan mereka dapatkan.

Karena kesombongan inilah mereka lengah. Ketika Pasukan Muslim baru menyeberangi Wadi Hunain, Pasukan Kafir melakukan penyerangan secepat kilat. Berguguranlah barisan prajurit-prajurit yang menyombongkan diri.

Melihat kenyataan tersebut, Rasulullah segera memperingatkan yang lain agar bertobat dan minta ampun. Selain itu Rasulullah juga menyerukan agar niat mereka yang berperang untuk mendapatkan harta rampasan, mengubahnya dengan niat menegakkan agama Allah SWT.

Berkat pertolongan Allah SWT jua, keadaan menjadi terbalik. Pasukan Muslim dapat dengan leluasa menguasai medan. Pasukan Kafir akhirnya lari tunggang-langgang. Dan kemenangan dapat diperoleh dengan gampang Pada perang inilah Pasukan Muslim mendapatkan banyak harta rampasan yang kesemuanya itu dimanfaatkan oleh Rasulullah saw. untuk syiarnya Islam.